News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Ungkap Strategi Baru Pertahanan Udara Ukraina

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKYY DAN TENTARA - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (15/12/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada 12 Desember 2025. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap strategi baru pertahanan udara Ukraina. Rusia kembali menyerang kota Kyiv pada Selasa (20/1/2026) pagi.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan angkatan bersenjata Ukraina memperkenalkan aspek baru pertahanan udara, yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang mengerahkan drone pencegat, saat negara itu bersiap menghadapi serangan massal Rusia yang baru.

Ukraina berulang kali menghadapi gelombang serangan Rusia awal bulan ini yang memutus aliran listrik dan pemanas ke ribuan blok apartemen dalam suhu beku, terutama di ibu kota.

Sementara itu, Zelenskyy juga berulang kali menyerukan penguatan pertahanan udara. 

“Akan ada pendekatan baru untuk penggunaan pertahanan udara oleh angkatan udara, yang berkaitan dengan kelompok tembak bergerak, drone pencegat, dan aset pertahanan udara 'jarak pendek' lainnya,” kata Presiden Ukraina dalam pidato video malamnya, Senin (19/1/2026). 

“Sistem ini akan diubah," lanjutnya.

Zelenskyy mengumumkan penunjukan Wakil Komandan Angkatan Udara baru, Pavlo Yelizarov, untuk mengawasi dan mengembangkan inovasi tersebut, seperti diberitakan The Guardian.

Ukraina telah dengan cepat mengembangkan sistem manufaktur drone-nya sejak Rusia melancarkan invasi ke negara tetangganya yang lebih kecil pada Februari 2022, dan telah menekankan drone pencegat sebagai cara yang efektif dan ekonomis untuk menangkis serangan Rusia.

Dalam pidatonya, Zelensky juga memperingatkan warga Ukraina untuk "sangat waspada" menjelang serangan baru Rusia yang diperkirakan akan terjadi.

"Rusia telah bersiap untuk melakukan serangan, serangan besar-besaran, dan sedang menunggu saat yang tepat untuk melaksanakannya," katanya, seraya mendesak setiap wilayah di negara itu untuk bersiap merespons secepat mungkin dan membantu masyarakat.

Sebelumnya, baik Zelensky maupun Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha memperingatkan bahwa intelijen Ukraina telah mencatat bahwa Rusia sedang melakukan pengintaian terhadap target-target tertentu, khususnya gardu induk yang memasok pembangkit listrik tenaga nuklir, lapor Strait Times.

Presiden Ukraina juga mengatakan ia telah menginstruksikan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko untuk mengambil keputusan minggu ini terkait kesulitan yang timbul dari serangan baru-baru ini, termasuk bonus untuk puluhan ribu anggota tim darurat yang memulihkan pemanas dan listrik.

Baca juga: Aroma Rusia di Kapal Selam Canggih Tipe 096 China, Saingi Kecanggihan Kapal Selam Amerika Serikat

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1427 pada Selasa (20/1/2026).

Perang Rusia–Ukraina meletus pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer skala besar ke wilayah Ukraina. Serangan ini menjadi puncak dari eskalasi panjang hubungan kedua negara yang sejak lama diliputi ketegangan.

Akar konflik dapat ditelusuri sejak bubarnya Uni Soviet, yang melahirkan Rusia dan Ukraina sebagai negara merdeka dengan orientasi politik dan kepentingan keamanan yang berbeda. Seiring waktu, Ukraina kian mendekat ke Barat, baik secara politik maupun ekonomi.

Keinginan Kyiv untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia. Ketegangan kian memuncak pada 2014, menyusul Revolusi Maidan yang menjatuhkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini