TRIBUNNEWS.COM, JERMAN - Awal tahun 2026 ini, pria di Jerman yang berusia 18 tahun mulai menerima kuesioner wajib yang mencatat kesiapan mereka untuk dinas militer berdasarkan undang-undang yang disahkan bulan lalu.
Bergabung dengan militer saat ini memang bersifat sukarela.
Akan tetapi undang-undang di Jerman mengizinkan pemerintah untuk memperkenalkan wajib militer kepada para pemuda.
Tujuannya untuk membangun apa yang disebut pemerintah Jerman untuk menciptakan angkatan darat terkuat di Eropa pertama kalinya sejak Perang Dunia II.
Jumlah tentara naik
Pada November 2025 lalu, jumlah tentara aktif di Jerman mencapai 184.000 orang, meningkat 2.500 sejak Mei 2025.
“Ini adalah kekuatan terbesar yang mereka miliki dalam waktu yang sangat lama dan ini sudah menjadi kekuatan terkuat yang kita miliki sejak tahun 2021,” kata Timo Graf, seorang peneliti senior di Pusat Sejarah Militer dan Ilmu Sosial Bundeswehr di Potsdam, kepada Al Jazeera.
Gaji yang cukup besar
Pemerintah Jerman mengupayakan perekrutan tentara sukarela dengan kontrak 23 bulan, dengan gaji dan tunjangan yang besar.
Kontrak tersebut kemudian dapat diperpanjang menjadi layanan profesional tanpa batas waktu.
“Gajinya 2.600 euro (sekitar Rp 50 juta) dan karena perumahan gratis, asuransi kesehatan gratis, mereka akan memiliki sekitar 2.300 euro (Rp 45 juta) setelah pajak dan potongan. Itu jumlah uang yang besar untuk anak muda,” kata Graf.
Jerman telah membuat komitmen NATO untuk mencapai 260.000 personel aktif pada tahun 2035, dan untuk menggandakan jumlah pasukan cadangannya menjadi 200.000.
Hal ini akan mendekatkan jumlah tentaranya menjadi hampir setengah juta orang seperti yang dimilikinya pada akhir Perang Dingin.
Rusia tidak nyaman
Berita tersebut telah membuat Rusia tidak nyaman.
“Pemerintah baru Jerman mempercepat persiapan untuk konfrontasi militer skala penuh dengan Rusia,” kata duta besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, kepada portal berita Jerman Apolut dalam sebuah wawancara bulan lalu.
Namun, dari sudut pandang Jerman, penolakan Rusia untuk menarik diri dari Ukraina-lah yang memicu kemauan politik untuk menghabiskan 108 miliar euro (125 miliar dolar AS) untuk membangun kembali angkatan bersenjata tahun ini.
Setara dengan 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB), dan lebih dari dua kali lipat anggaran tahun 2021 sebesar 48 miliar euro (56 miliar dolar AS).
Baca tanpa iklan