TRIBUNNEWS.COM - Di tengah perang Rusia Vs Ukraina dan perang AS-Israel Vs Iran, Ukraina dan Israel berselisih mengenai dugaan bahwa Rusia mencuri gandum Ukraina dan menjualnya ke Israel.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam Israel karena memfasilitasi apa yang disebutnya sebagai perdagangan ilegal gandum Ukraina curian oleh Rusia.
Media Ukraina sebelumnya melaporkan kapal kargo Panormitis, yang membawa gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, sedang mendekati pelabuhan Haifa di Israel.
“Sulit untuk memahami mengapa Israel tidak memberikan tanggapan yang tepat terhadap permintaan sah Ukraina terkait kapal sebelumnya yang mengirimkan barang curian ke Haifa,” tulis Andrii Sybiha di X, menambahkan bahwa duta besar Israel dipanggil ke kementerian pada Selasa (28/4/2026) pagi.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegur Andrii Sybiha di media sosial, dengan mengatakan bahwa Ukraina belum memberikan bukti bahwa Israel membeli gandum "curian" dari Rusia.
“Hubungan diplomatik, terutama antara negara-negara sahabat, tidak dilakukan di Twitter atau di media," tulis Gideon Saar, menegur Andrii Sybiha, seperti diberitakan Russia Today.
"Tuduhan bukanlah bukti. Bukti yang mendukung tuduhan tersebut belum diberikan. Anda bahkan tidak mengajukan permohonan bantuan hukum sebelum beralih ke media dan jejaring sosial,” tulis Saar, menambahkan masalah tersebut akan diperiksa oleh pihak berwenang Israel.
Menanggapi pernyataan Gideon Saar, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam Israel karena menerima kapal-kapal yang membawa gandum Ukraina yang dicuri oleh Rusia dan berjanji akan menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terlibat.
"Di negara normal mana pun, membeli barang curian adalah tindakan yang menimbulkan tanggung jawab hukum. Ini berlaku, khususnya, untuk gandum yang dicuri oleh Rusia. Kapal lain yang membawa gandum tersebut telah tiba di pelabuhan di Israel dan sedang bersiap untuk membongkar muatannya. Ini bukanlah bisnis yang sah. Otoritas Israel tidak mungkin tidak mengetahui kapal mana yang tiba di pelabuhan negara itu dan muatan apa yang mereka bawa," kata Zelenskyy, Selasa.
Zelenskyy mengatakan Rusia terus-menerus merebut gandum dari wilayah Ukraina yang diduduki sementara dan mengekspornya.
Baca juga: Drone Rusia Hantam Odesa, 14 Orang Terluka, Zelensky Ungkap Rusia Lepas 1.900 Drone
"Skema semacam itu melanggar hukum Negara Israel sendiri. Ukraina telah mengambil semua langkah yang diperlukan melalui jalur diplomatik untuk mencegah insiden tersebut. Namun, kita melihat bahwa satu lagi kapal semacam itu belum dihentikan. Saya telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Ukraina untuk memberi tahu semua mitra negara kita tentang situasi tersebut," ujarnya.
Zelenskyy menekankan berdasarkan data intelijen Ukraina, Kyiv sedang mempersiapkan paket sanksi yang menargetkan tidak hanya mereka yang secara langsung mengangkut gandum tersebut, tetapi juga individu dan badan hukum yang berupaya mengambil keuntungan dari skema ini.
Dia mengatakan Ukraina juga berkoordinasi dengan mitra-mitra Eropanya untuk memastikan individu-individu ini termasuk dalam rezim sanksi Eropa.
"Ukraina mengandalkan kemitraan dan saling menghormati dengan setiap negara. Kami sungguh-sungguh berupaya meningkatkan keamanan, khususnya di kawasan Timur Tengah. Kami berharap pihak berwenang Israel akan menghormati Ukraina dan menahan diri dari tindakan yang merusak hubungan bilateral kami," katanya, seperti diberitakan Pravda.
Hubungan kedua negara tersebut sempat tegang setelah Ukraina mengkritik Israel karena tidak menjatuhkan sanksi kepada Rusia atau memutuskan hubungan diplomatik atas invasinya.
Baca tanpa iklan