News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Kepemilikan Greenland

Kanada yang Rapuh dan Nafsu Amerika Mencaplok Greenland: China Sudah Mengintip di Swedia

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GREENLAND DIINCAR AMERIKA - Tangkap layar postingan X Katie Miller, istri wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, menampilkan foto Greenland yang ditutupi bendera Amerika Serikat. Tangkap layar X @KatieMiller

Kanada yang Rapuh dan Nafsu Amerika Mencaplok Greenland: China Sudah Mengintip di Swedia

Ringkasan Berita:

  • Niat AS mengontrol Greenland dipandang sebagai manajemen risiko dalam negeri yang didorong rapuhnya celah kutub yang melintasi Greenland dan wilayah utara Kanada.
 
  • AS memperlakukan Amerika Utara sebagai satu sistem pertahanan tunggal.
 
  • Kanada dianggap AS sebagai negara pasif atas kerentanan yang terjadi di titik yang sangat vital.

 

TRIBUNNEWS.COM - Joe Varner, peneliti senior di Institut Macdonald-Laurier dan Pusat Kemakmuran dan Keamanan Amerika Utara di Washington DC memberi ulasan dari sisi Amerika Serikat (AS) soal mengapa Presiden Donald Trump begitu ngotot menguasai Greenland.

Varner yang juga wakil direktur Konferensi Asosiasi Pertahanan di AS menyebut, sikap agresif Washington terhadap Greenland bukanlah ambisi semata.

"Itu (keinginan AS menguasai Greenald) adalah manajemen risiko dan risiko yang dikelolanya terkait langsung dengan wilayah Arktik yang membentang di Kanada," kata Varner dalam tulisannya di national security journal, dikutip Rabu (21/1/2026).

"Keinginan Amerika mengontrol Greenland bukanlah tentang fantasi akuisisi; ini tentang kerentanan Amerika terhadap ancaman nyata," tambahnya menepiskan kekhawatiran Denmark dan Eropa atas akuisisi pulau tersebut.

Baca juga: Lapisan Rahasia Sedalam 300 Meter di Bawah Es Bisa Bikin Trump Mikir 2 Kali Buat Caplok Greenland

Rapuhnya Celah di Kanada

Terlepas dari nature AS yang ekspansionis, strategi Keamanan Nasional AS memang secara eksplisit menyatakan kalau pertahanan tanah air Amerika saat ini, dimulai jauh dari wilayah perbatasannya.

"Karena itu, tidak ada musuh yang dapat dibiarkan membahayakan AS melalui serangan rudal, serangan siber, atau paksaan melalui geografi," ujar Varner.

Dia menjelaskan, di tengah konstalasi persaingan dunia yang cepat saat ini, Greenland telah menjadi cara tercepat bagi Washington untuk menutup celah yang menurutnya tidak lagi dapat dibiarkan terbuka.

Celah yang dimaksud adalah titik lemah, area titik potensial yang menurut AS bisa menjadi akses bagi musuh untuk menyerang.

"Celah-celah itu juga membentang tepat melalui Arktik Kanada," kata Verner.

Perlu dipahami, dari perspektif AS, Amerika Utara adalah satu sistem pertahanan tunggal.

Segala macam potensi serangan baik rudal, pesawat pengebom, kapal selam, dan operasi serangan siber, bisa terjadi tanpa perlu melintasi perbatasan. 

'Mereka (potensi serangan) memanfaatkan ruang, kecepatan, dan celah. Celah paling berbahaya (bagi AS) terletak di sepanjang jalur masuk kutub, melalui Greenland dan di atas wilayah udara dan maritim utara Kanada yang luas. Ketika peringatan terlambat atau liputan minim, AS tidak menunggu konsensus untuk mengatasi ancaman. AS bertindak," kata Verner.

PRESIDEN DONALD TRUMP - Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya menancapkan bendera AS di Greenland, disertai papan “Wilayah AS 2026”, ancaman caplok wilayah kian nyata, ketegangan geopolitik Arktik makin memanas. (Media sosial Truth @realDonaldTrump)

Faktor China

Urgensi akan Greenland tersebut semakin meningkat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini