TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjamu Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff di Moskow hari ini, Kamis, 22 Januari 2026.
Keduanya akan membahas rencana perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Pertemuan itu akan berlangsung setelah Steve Witkoff menghadiri Forum Ekonomi Dunia/Wolrd Economic Forum (WEF) di Davos, Swis pada hari Rabu.
“Baiklah, begini, kita harus menemuinya pada hari Kamis,” kata Witkoff pada Rabu (21/1/2026), merujuk pada Putin.
Utusan Trump tersebut mencatat ada kemajuan besar dalam upaya menyelesaikan perang yang berlangsung sejak tahun 2022 itu.
Rencananya, ia akan terbang ke Moskow bersama menantu Trump, Jared Kushner, yang juga menghadiri WEF di Davos.
“Jared dan saya akan berangkat Kamis malam dan tiba di Moskow larut malam, lalu pergi ke UEA setelah itu untuk pertemuan kelompok kerja,” katanya.
“Mereka yang meminta pertemuan ini. Rusia telah mengundang kami untuk datang. Dan itu adalah pernyataan penting dari mereka… Jadi saya pikir semua orang terlibat dalam proses ini dan ingin melihat kesepakatan perdamaian terwujud," jelasnya.
Ia mengatakan pembicaraan dengan Putin akan didasarkan pada rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump.
Kami sedang mengolah dan menyelaraskannya, dan saya pikir sekarang kita sampai pada kesepakatan-kesepakatan yang perlu dicapai – itu adalah masalah besar yang selama ini belum dibahas – dan saya pikir kita memiliki beberapa ide yang sangat, sangat bagus mengenai hal itu,” ujarnya.
Baca juga: Rusia Nikmati Pertikaian Eropa-AS, Kremlin Ejek Trump: Dia Bakal Tercatat dalam Sejarah
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Putin akan bertemu dengan Steve Witkoff.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menghadiri forum di Davos, di mana ia mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina sudah dekat.
“Saya rasa saya bisa mengatakan kita sudah cukup dekat,” kata Trump.
“Kita harus menghentikannya. Saya percaya mereka sudah sampai pada titik di mana mereka bisa bersatu dan mencapai kesepakatan," lanjutnya.
“Jika mereka tidak melakukannya, mereka bodoh,” kata Trump, merujuk pada Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dari Russia Today.
Baca tanpa iklan