News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin akan Bertemu Utusan AS Hari Ini, Bahas Perdamaian Rusia-Ukraina

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya). - Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu Utusan AS pada 22 Januari 2026 untuk membahas perkembangan perundingan untuk perdamaian Rusia-Ukraina.

Ringkasan Berita:

  • Putin akan bertemu dengan Utusan AS Steve Witkoff di Moskow pada hari Kamis.
  • Steve Witkoff akan terbang ke Moskow bersama Jared Kushner untuk membahas perkembangan perundingan antara Rusia dan Ukraina.
  • Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1429 ketika Zelenskyy memutuskan untuk terbang ke Swis dan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam forum ekonomi di Davos.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjamu Utusan Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff di Moskow hari ini, Kamis, 22 Januari 2026.

Keduanya akan membahas rencana perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Pertemuan itu akan berlangsung setelah Steve Witkoff menghadiri Forum Ekonomi Dunia/Wolrd Economic Forum (WEF) di Davos, Swis pada hari Rabu.

“Baiklah, begini, kita harus menemuinya pada hari Kamis,” kata Witkoff pada Rabu (21/1/2026), merujuk pada Putin.

Utusan Trump tersebut mencatat ada kemajuan besar dalam upaya menyelesaikan perang yang berlangsung sejak tahun 2022 itu.

Rencananya, ia akan terbang ke Moskow bersama menantu Trump, Jared Kushner, yang juga menghadiri WEF di Davos.

“Jared dan saya akan berangkat Kamis malam dan tiba di Moskow larut malam, lalu pergi ke UEA setelah itu untuk pertemuan kelompok kerja,” katanya.

“Mereka yang meminta pertemuan ini. Rusia telah mengundang kami untuk datang. Dan itu adalah pernyataan penting dari mereka… Jadi saya pikir semua orang terlibat dalam proses ini dan ingin melihat kesepakatan perdamaian terwujud," jelasnya.

Ia mengatakan pembicaraan dengan Putin akan didasarkan pada rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump.

Kami sedang mengolah dan menyelaraskannya, dan saya pikir sekarang kita sampai pada kesepakatan-kesepakatan yang perlu dicapai – itu adalah masalah besar yang selama ini belum dibahas – dan saya pikir kita memiliki beberapa ide yang sangat, sangat bagus mengenai hal itu,” ujarnya.

Baca juga: Rusia Nikmati Pertikaian Eropa-AS, Kremlin Ejek Trump: Dia Bakal Tercatat dalam Sejarah

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Putin akan bertemu dengan Steve Witkoff.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menghadiri forum di Davos, di mana ia mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina sudah dekat.

“Saya rasa saya bisa mengatakan kita sudah cukup dekat,” kata Trump. 

“Kita harus menghentikannya. Saya percaya mereka sudah sampai pada titik di mana mereka bisa bersatu dan mencapai kesepakatan," lanjutnya.

“Jika mereka tidak melakukannya, mereka bodoh,” kata Trump, merujuk pada Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dari Russia Today.

Pekan lalu, Trump mengatakan Zelenskyy adalah penghalang utama untuk mencapai kesepakatan yang akan mengakhiri perang.

Zelenskyy menolak pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa Rusialah pihak yang menghambat perundingan karena terus melancarkan serangan besar-besaran.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1429 pada Kamis (22/1/2026).

Perang Rusia–Ukraina meletus pada 24 Februari 2022, ditandai dengan serangan militer skala besar Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina. Invasi tersebut menjadi puncak dari eskalasi ketegangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara.

Akar konflik ini bermula sejak bubarnya Uni Soviet, yang melahirkan Rusia dan Ukraina sebagai negara merdeka dengan orientasi politik dan kepentingan keamanan yang berbeda. Seiring waktu, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat, baik secara politik maupun ekonomi.

Upaya Kyiv untuk mempererat hubungan dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia. Ketegangan memuncak pada 2014 setelah Revolusi Maidan menggulingkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia.

Pada tahun yang sama, Rusia mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Moskow. Meski berbagai upaya diplomasi internasional dilakukan, konflik tersebut tidak pernah benar-benar mereda.

Situasi akhirnya mencapai titik kritis ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi militer itu bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga kepentingan keamanannya, serta menolak perluasan NATO ke kawasan Eropa Timur.

Langkah Rusia memicu respons keras dari Amerika Serikat dan sekutunya. Serangkaian sanksi ekonomi dijatuhkan kepada Moskow, sementara Ukraina menerima dukungan militer dan bantuan finansial besar dari negara-negara Barat.

Hingga kini, perang Rusia–Ukraina masih terus berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir. Berbagai upaya perundingan damai tetap dilakukan melalui jalur diplomasi internasional, termasuk mediasi Amerika Serikat, sebagaimana dirangkum dari sejumlah sumber terbaru.

  • Drone Rusia Hantam Gedung Tinggi di Odesa

Pasukan Rusia melancarkan serangan drone di distrik Odesa pada malam tanggal 21-22 Januari. 

Satu drone menghantam sebuah bangunan tempat tinggal antara lantai 17 dan 18. 

Sebanyak 58 orang telah dievakuasi dari gedung tersebut.

"Musuh sekali lagi menyerang warga sipil di distrik Odesa dengan drone serang semalam. Sebuah drone musuh telah menghantam gedung apartemen bertingkat tinggi antara lantai 17 dan 18, tanpa ledakan yang terjadi setelahnya," kata Oleh Kiper, Kepala Administrasi Militer Oblast Odesa, Kamis (22/1/2026).

Layanan darurat dan layanan pemerintah kota sedang bekerja di lokasi serangan, memeriksa gedung dan menangani dampak dari serangan tersebut.

  • Ukraina Tembak Jatuh 80 dari 94 drone Rusia Semalam

Angkatan Udara Ukraina mengatakan pasukan Rusia menyerang Ukraina dengan 94 amunisi jelajah Shahed dan Gerbera serta drone jenis lain pada malam tanggal 21-22 Januari. 

Sekitar 55 di antaranya adalah drone serang Shahed.

Laporan awal menunjukkan bahwa pada pukul 09:00, unit pertahanan udara Ukraina telah menembak jatuh atau mengganggu 80 amunisi jelajah Shahed dan Gerbera buatan Rusia serta drone jenis lainnya.

Serangan oleh 10 UAV tercatat di 10 lokasi dan puing-puing drone yang jatuh (kotoran) tersebar di empat lokasi.

Serangan udara tersebut berhasil dipukul mundur oleh pesawat terbang, unit rudal anti-pesawat, aset peperangan elektronik, unit sistem nirawak, dan kelompok tembak bergerak dari angkatan pertahanan Ukraina.

Serangan masih berlangsung, karena beberapa UAV Rusia masih berada di wilayah udara Ukraina, lapor Pravda.

  • Kepala Negosiator Ukraina Bertemu Utusan AS di Davos

Rustem Umierov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC), mengatakan delegasi Ukraina di Davos mengadakan pertemuan dengan perwakilan perusahaan investasi AS BlackRock, perdana menteri Norwegia dan Qatar, serta negosiator AS Jared Kushner dan Steve Witkoff.

"Bersama dengan Davyd Arakhamiia dan Oleksandr Kamyshin, kami mengadakan pertemuan dengan kolega dari BlackRock – salah satu perusahaan investasi Amerika terbesar di dunia, yang terlibat dalam rencana rekonstruksi dan pemulihan ekonomi Ukraina," tulisnya di Facebook.

"Secara terpisah, sebuah pertemuan berlangsung dengan mitra Amerika – Jared Kushner dan Steve Witkoff," lanjutnya.

"Topik utama yang dibahas adalah pembangunan ekonomi, pemulihan pascaperang, dan jaminan keamanan. Kami memberikan pengarahan kepada para mitra mengenai serangan terbaru Rusia terhadap infrastruktur sipil, termasuk situasi di Kyiv, di mana serangan tersebut menyebabkan jutaan orang kehilangan listrik dan pemanas," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan di Forum Ekonomi Dunia bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Davos.

Sementara Zelenskyy, yang sebelumnya mengatakan tidak menghadiri forum itu, mengatakan bahwa hasil pertemuan delegasi Ukraina dengan pihak AS di Davos akan menentukan pertemuannya dengan Trump.

  • Zelenskyy Tiba ke Davos, Siap Hadiri Forum Ekonomi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengubah keputusannya untuk menghadiri forum ekonomi di Davos, Swis, setelah sebelumnya mengindikasikan ia tidak akan menghadiri pertemuan itu.

"Presiden Ukraina akan bertemu dengan Presiden AS Trump di Davos dan akan menyampaikan pidatonya sendiri," kata Sekretaris pers Presiden Zelensky, Serhiy Nikiforov, Kamis.

"Presiden juga akan berpartisipasi dalam sesi panel Dewan Penasihat Internasional untuk Pemulihan Ukraina," lanjutnya.

Sebagai bagian dari acara tersebut, Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan perwakilan perusahaan energi.

Sehari sebelumnya, Zelensky mengatakan ia memilih berada di Kyiv untuk menangani masalah energi di Ukraina yang dihantam serangan Rusia.

Presiden AS Donald Trump, berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Rabu, mengatakan bahwa ia bermaksud untuk bertemu dengan Volodymyr Zelensky.

Media melaporkan bahwa Presiden Zelenskyy berencana melakukan perjalanan ke Davos pada 22 Januari untuk bertemu dengan Presiden Trump, lapor Suspilne.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini