TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran, Jumat (1/5/2026).
Dalam pernyataannya, Trump mengaku Iran memang ingin berdamai dengan AS.
Namun, ia merasa tak puas dengan apa yang diajukan oleh Iran.
"Mereka memang ingin berdamai, tapi saya tidak puas dengan tawaran tersebut."
"Kita lihat saja nanti," ujar Trump, menurut laporan Axios.
Meski rincian proposal tersebut tidak dibuka sepenuhnya ke publik, poin krusial yang menjadi batu sandungan diyakini adalah masalah Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Laporan dari Axios menyebutkan bahwa Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat AS mencabut blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.
Namun, Teheran bersikeras menunda pembicaraan mengenai program nuklir di tahap akhir negosiasi.
Hal ini ditolak mentah-mentah oleh Trump yang menginginkan isu nuklir diselesaikan di awal sebagai syarat utama pencabutan sanksi.
"Mereka meminta hal-hal yang mustahil saya setujui," tegas Trump tanpa merinci poin-poin yang dimaksud.
Selain masalah teknis negosiasi, Trump juga menyoroti kondisi internal pemerintahan Iran yang menurutnya menghambat proses perdamaian.
Baca juga: AS Larang Kapal Internasional Bayar Pungutan Tol ke Iran di Selat Hormuz, Ancam Jatuhkan Sanksi
Ia menyebut kepemimpinan di Teheran saat ini sangat tidak terorganisasi dan mengalami perpecahan internal.
"Kepemimpinan mereka sangat berantakan."
"Sebenarnya mereka semua ingin kesepakatan damai, tapi mereka sendiri sedang kacau," cetus Trump.
AS Dilaporkan Jatuhkan Sanksi Baru
Departemen Keuangan AS dilaporkan telah menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran/
Baca tanpa iklan