News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Iran Hari ke-83: Teheran Tinjau Proposal Damai AS, Ancam Buka Front Baru jika Diserang Lagi

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-83 pada Kamis (21/5/2026) di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dan militer antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Iran menyatakan, masih meninjau respons terbaru Washington terhadap proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan Teheran melalui mediator Pakistan.

Dilansir Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut, jalur diplomasi dengan AS “masih terbuka”, meski ancaman perang baru terus membayangi kawasan Timur Tengah.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan militer maupun ekonomi dari Washington.

“Semua jalan menuju solusi diplomatik tetap terbuka dari pihak kami,” ujar Pezeshkian seperti dikutip media pemerintah Iran.

Namun ia memperingatkan bahwa upaya memaksa Iran tunduk melalui ancaman “tidak lain hanyalah ilusi”.

Iran Tinjau Respons Proposal AS

Kantor berita ISNA melaporkan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dijadwalkan mengunjungi Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi yang masih berlangsung antara Iran dan AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran sedang mempelajari respons terbaru Washington terhadap kerangka gencatan senjata yang diajukan Iran.

Baca juga: Iran Bentuk Zona Kontrol Maritim Baru di Selat Hormuz, IRGC Bantu Amankan, Kapal Asing Harus Patuh

Menurut Nour News Agency, pembicaraan tersebut didasarkan pada proposal “14 poin” milik Iran yang sebelumnya diajukan kepada AS.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh Washington masih berupaya memicu perang baru.

“Pergerakan musuh menunjukkan mereka belum meninggalkan tujuan militer mereka dan berupaya memulai perang baru,” kata Ghalibaf dalam pesan audio yang dipublikasikan di situs resminya.

Trump Beri Ultimatum Baru

Sementara itu, Gedung Putih kembali memperingatkan Iran agar menerima kesepakatan yang didukung AS atau menghadapi konsekuensi militer besar.

Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengatakan Iran kini berada di titik penentuan.

“Iran menghadapi pilihan antara menerima kesepakatan atau menghadapi respons militer yang belum pernah terlihat dalam sejarah modern,” ujar Miller kepada Fox News.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini