News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perang Dunia Ketiga

Dubes Iran Singgung Peran Israel hingga AS terkait Demo Ricuh di Negaranya

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO BESAR DI IRAN - Duta Besar (Dubes) IR Iran Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di kediaman dinasnya, di Jalan Madiun 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026) petang. Boroujerdi menyinggung adanya peran Israel hingga AS dalam Demo ricuh yang terjadi di negaranya belakangan ini.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, menyinggung adanya peran dari kelompok zionis Israel dan Amerika Serikat dalam aksi demonstrasi ricuh yang terjadi di negaranya belakangan ini.

Dia meyakini Israel saat ini sedang menjadi kelompok yang ingin diakui oleh negara Asia Barat dan Asia Timur.

Baca juga: Dubes Iran Ungkap 4 Tahapan Aksi hingga Akhirnya Terjadi Kerusuhan: Awalnya Demo Berjalan Damai

Pasalnya kata dia, Israel sedang berjuang untuk bisa menjadi kelompok yang agung dan dipercaya oleh bangsa-bangsa lain, termasuk Iran.

"Tujuan besar dari rezim zionis ini adalah mereka mempercayai bahwa kaum zionis merupakan kaum terpilih dan masyarakat dunia lainnya adalah kaum yang harus memberikan jasa dan berjasa kepada mereka dan melayani keinginan mereka. Mereka ingin mencapai tujuan tersebut," kata Boroujerdi saat jumpa pers di kediaman dinasnya di Jalan Madiun 1, Menteng, Jakarta, Kamis (22/1/2026) petang.

Atas tujuannya itu, maka diyakini Boroujerdi, pasukan zionis Israel melakukan hegemoni terhadap rakyat-rakyat di negara bagian tersebut, termasuk terhadap Iran.

 

 

Kata dia, kelompok zionis Israel menyusupi dan membawa pengaruh kepada ribuan rakyat Iran guna menciptakan kericuhan.

"Dan apabila tujuan pertama, yaitu Israel yang agung, dapat dicapai, maka mereka tidak akan berhenti sampai sana. Mereka tentu akan melanjutkan gerakan hegemoninya sampai bisa membuat seluruh masyarakat dunia bertekuk lutut kepada mereka."

"Maka kami selalu menyaksikan rezim ini melakukan penyerangan terhadap negara lain di Asia Barat, melancarkan hegemoninya dan berupaya untuk memperluasnya," ucap dia.

Keadaan yang terjadi di negaranya saat ini kata Boroujerdi dikarenakan Israel dianggap tidak mampu dengan mudah mengalahkan Iran.

Dia mengklaim, beragam upaya peperangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran telah membuat pasukan zionis tersebut akhirnya meminta bantuan Amerika Serikat, sehingga terciptalah hegemoni dan propaganda yang berujung aksi demonstrasi ricuh.

"Tetapi, perang bukan hanya usai dalam beberapa jam, melainkan setelah belasan hari, rezim zionis Israel baru menyadari bahwa Iran merupakan negara yang tidak mudah dikalahkan. Maka ia mulai melakukan memohon-mohon kepada majikannya, yaitu Amerika Serikat, agar bisa menciptakan sebuah gencatan senjata," kata dia.

Israel dan AS kata Boroujerdi, melakukan cipta kondisi terhadap ribuan masyarakat Iran agar mudah dipecah belah, dan menciptakan makar.

Tak hanya itu, mereka juga diklaim Boroujerdi, membuat masyarakat Iran apatis terhadap pemerintah dengan membuat nilai mata uang nasional Iran terjun bebas seperti saat ini.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini