TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, "armada" angkatan laut AS sedang menuju ke wilayah Teluk, dengan Iran sebagai fokusnya.
Para pejabat AS mengatakan, kelompok serang kapal induk dan aset lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Pengumuman Donald Trump tentang peningkatan kekuatan angkatan laut AS ini muncul setelah ia tampaknya menarik kembali ancamannya terhadap Iran pekan lalu.
Ketika itu, Trump mengaku menerima jaminan bahwa tidak akan ada eksekusi terhadap para demonstran yang dilakukan oleh Teheran.
Konfirmasi Trump tentang berlanjutnya persiapan militer di kawasan itu menyusul laporan media AS dalam seminggu terakhir bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok kapal serangnya diperintahkan untuk mengalihkan manuver di Laut China Selatan ke Timur Tengah.
AS terakhir kali memerintahkan pengerahan militer besar-besaran di Timur Tengah menjelang serangannya pada Juni 2025, dan para pejabat kemudian mengatakan tentang bagaimana mereka merahasiakan niat mereka untuk menyerang program nuklir Teheran pada saat itu.
“Kami sedang mengawasi Iran,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Kamis (22/1/2026) saat ia terbang kembali dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dilansir Al Jazeera.
“Kita mengerahkan pasukan besar menuju Iran."
“Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat."
“Dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya, kita memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga, kita memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” papar Trump.
Trump Sempat Ancam Iran
Berbicara pada hari Kamis, Trump menegaskan kembali bahwa ancaman sebelumnya untuk menggunakan kekerasan terhadap Teheran, telah menghentikan pihak berwenang di Iran dari mengeksekusi lebih dari 800 demonstran.
Trump sekali lagi mengatakan bahwa dia terbuka untuk berbicara dengan para pemimpin negara tersebut.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melesat , Naik ke Level tertinggi usai AS Kirim Armada Tempur ke Iran
Sementara itu, para pejabat Iran membantah rencana untuk mengeksekusi orang-orang yang telah ikut serta dalam protes anti-pemerintah yang meluas yang dimulai pada akhir Desember 2025 dan yang menurut media pemerintah Iran telah menewaskan 3.117 orang, termasuk 2.427 warga sipil dan anggota pasukan keamanan.
Berbicara kepada stasiun televisi AS CNBC, Trump mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut terhadap Iran, tetapi juga mengatakan AS akan bertindak jika Teheran melanjutkan program nuklirnya.
“Mereka tidak bisa melakukan hal-hal nuklir,” kata Trump kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos, Rabu (21/1/2026).
Baca tanpa iklan