Perang Habis-habisan, Iran Impor Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika
Ringkasan Berita:
- Iran memiliki kemampuan pertahanan yang memadai.
- Sistem rudal Iran, sebagian besar telah terbukti dalam konflik dengan Israel Juni tahun lalu.
- Iran mengimpor propelan padat dari China untuk rudal-rudalnya untuk menghadapi serangan AS
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin menampakkan niatnya untuk menyerang Iran, baik dengan dalil atau tanpa alasan.
Pada Kamis (22/1/2026), Trump kembali mengancam Iran dengan mengatakan kalau "kekauatan besar" tengah menuju ke kawasan Teluk, merujuk pada armada kapal induk berikut unit-unit serang pendukungnya.
Baca juga: Stasiun TV Iran Diretas, Tampilkan Pidato Trump: Reza Pahlavi Bersumpah akan Kembali
Trump mengatakan kalau Washington mengawasi Iran secara cermat meski Teheran telah menangguhkan eksekusi yang direncanakan terhadap para demonstran di tengah tindakan keras pemerintahnya.
Awalnya, Trump mengancam Iran karena alasan itu, saat para demonstrans anti-rezim Iran saat ini, ditindak secara represif, mengakibatkan setidaknya lima ribu jiwa, termasuk aparat keamanan, kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang berlangsung lebih dari sepekan tersebut.
Trump kini berganti alasan untuk membenarkan rencana AS menyerang Iran dengan mengatakan, "Saatnya Iran berganti rezim", menegaskan kalau dia ingin melengserkan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Khamenei.
Perang Habis-habisan
Sebaliknya, Iran merespons ancaman Trump itu dengan memperingatkan bahwa negara itu akan menganggap setiap serangan "sebagai perang habis-habisan melawan kami".
"Pengerahan militer ini - kami harap ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata - tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran," kata seorang pejabat Iran kepada kantor berita Reuters dengan syarat anonim.
"Kali ini kami akan memperlakukan setiap serangan - terbatas, tidak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya - sebagai perang habis-habisan melawan kami, dan kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini," kata pejabat itu lebih lanjut.
Baca juga: Inggris Kirim Jet ke Qatar Saat AS Bersiap Serang Iran, IRGC: Mereka Akan Menyesal Salah Perhitungan
Rudal Iran Berbahan Bakar Impor dari China Jadi Pencegah Bagi AS?
Menurut para analis dan pakar pertahanan, Iran memiliki kemampuan pertahanan yang memadai, terutama sistem rudal yang sebagian besar telah membuktikan kemampuannya dalam konflik dengan Israel pada Juni tahun lalu.
Dari ratusan rudal yang diluncurkan ke Israel pada bulan Juni, puluhan di antaranya menembus pertahanan udara Israel yang disebut Iron Dome, menewaskan warga sipil.
Meskipun sistem rudal jarak menengah Iran dihantam keras oleh serangan Israel, persenjataan rudal balistik jarak pendeknya – senjata yang paling mampu menyerang target AS dan negara-negara Teluk – tidak mengalami kerusakan besar.
Kini, Iran semakin fokus pada pembangunan kembali program rudalnya, di mana mereka mengimpor prekursor kimia dari China untuk memproduksi propelan bahan bakar padat.
Propelan merupakan campuran bahan kimia yang berfungsi sebagai penghasil panas tinggi yang menimbulkan daya dorong pada rudal, roket, atau amunisi.
Pengiriman amonium perklorat yang dilaporkan diimpor dari China ke Iran tahun lalu ke pelabuhan Bandar Abbas dapat menjadi bahan bakar bagi ratusan rudal balistik.
Baca tanpa iklan