TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping pada hari Kamis (29/1/2026) bahwa ia ingin pemerintahannya membangun hubungan yang lebih "mesra" dengan Beijing.
Pernyataan ini menandai upaya penyegaran hubungan antara Inggris dan China yang selama bertahun-tahun ini mengalami ketegangan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keamanan kedua negara.
Pertemuan dengan Xi Jinping pada hari Kamis ini sekaligus membuka rangkaian kunjungan Starmer selama empat hari di China.
Adapun perteman antara Starmer dan Xi Jinping di Aula Rakyat Besar China pada hari ini berlangsung selama 80 menit yang kemudian dilanjutkan dengan agenda makan siang bersama.
Setelah makan bersama Xi Jinping, Starmer kemudian dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Li Qiang pada hari yang sama.
Selama pertemuannya dengan orang nomor satu di Negeri Tirai Bambu tersebut, Starmer mengakui betapa pentingnya hubungan antara pemerintah Inggris dan China untuk menghadapi tantangan global belakangan ini.
"China adalah pemain vital di panggung global, dan sangat penting bagi kami untuk membangun hubungan yang lebih matang di mana kami dapat mengidentifikasi peluang kolaborasi." ujar Starmer kepada Xi di awal pertemuan mereka.
Karena hal inilah, Starmer mengakui bahwa hubungan antara Inggris dan China yang selama ini cukup renggang harus segera diperbaiki.
"Melalui kolaborasi tersebut, tentu saja nantinya terbuka kemungkinan untuk memulai dialog yang lebih bermakna pada bidang-bidang yang belum disepakati antara kedua negara" sambung Starmer.
Xi Jinping sendiri menyambut baik ajakan Starmer tersebut.
Melalui pidatonya, Xi Jinping mengakui bahwa hubungan negaranya dengan Inggris selama ini telah melalui berbagai macam "liku-liku" yang tidak menguntungkan kepentingan kedua negara.
Karena itikad baik Starmer yang langsung mengunjungi Beijing ini, Xi Jinping pun menegaskan bahwa China siap mengembangkan kemitraan strategis jangka panjang dengan Inggris.
"Kami dapat menghasilkan capaian yang mampu bertahan menghadapi ujian sejarah," kata pemimpin China itu, didampingi oleh para menteri di kabinet utamanya.
Setelah bertemu Xi Jinping dan Li Qiang pada hari ini, Starmer dikabarkan akan melanjutkan perjalanan ke Shanghai pada hari Jumat (30/1/2026) untuk melakukan pembicaraan dengan para eksekutif setempat.
Baca juga: PM Inggris Tiba di China untuk Temui Xi Jinping, Pengamat: AS Mulai Ditinggalkan Sekutunya
Ikuti Strategi Kanada
Lawatan empat hari yang dilakukan Keir Starmer ini merupakan kunjungan pertama perdana menteri Inggris ke China sejak 2018.
Hubungan kedua negara sebelumnya merenggang akibat tindakan keras Beijing di Hong Kong, keterlibatan Tiongkok dalam konflik Ukraina, serta isu spionase terhadap politisi Inggris.
Baca tanpa iklan