Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan darurat ke negara tetangga seperti Turki.
Langkah ini bertujuan untuk menggalang dukungan politik regional dan memastikan bahwa wilayah udara negara tetangga tidak digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan.
4. Strategi Penangkalan
Teheran secara terbuka memperingatkan bahwa setiap agresi militer AS akan dibalas dengan serangan balik yang "belum pernah terlihat sebelumnya", yang kemungkinan menyasar pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah serta aset sekutu Washington.
Baca juga: 10 Negara dengan Militer Terkuat di Asia 2026: Indonesia Lampaui Iran dan Israel
5. Pengamanan Fasilitas Nuklir dan Strategis
Mengingat ancaman Trump yang spesifik menyasar program nuklir, Iran telah memperketat pengamanan di lokasi-lokasi pengayaan uranium dan memindahkan beberapa aset penting ke fasilitas bawah tanah yang lebih dalam.
6. Kesiapan Perang Total
Berbeda dengan ketegangan tahun-tahun sebelumnya, retorika pejabat Teheran saat ini menunjukkan peralihan fokus dari meja perundingan sepenuhnya ke persiapan konflik fisik
AS Lakukan Latihan Tempur Skala Besar
Selain pengerahan aset laut, Angkatan Udara ke-9 AS (CENTCOM) juga mengumumkan dimulainya latihan kesiapan tempur selama beberapa hari.
Latihan ini bertujuan untuk menguji kemampuan personel dalam menyebarkan kekuatan udara secara cepat dan akurat di bawah kondisi yang sulit.
Komandan AFCENT, Letjen Derek France, menyatakan bahwa latihan ini adalah bukti nyata kesiapan AS bersama mitra regionalnya.
"Personel kami membuktikan bahwa mereka mampu beroperasi dan menghasilkan misi tempur dalam kondisi yang menuntut—secara aman, tepat, dan berdampingan dengan mitra kami," tegasnya, dikutip dari CNN.
Langkah militer AS ini langsung memicu reaksi global.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya pengiriman pasukan ke Timur Tengah dan mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari perang terbuka.
Di sisi lain, para pengamat menyebut bahwa penguatan militer ini merupakan bagian dari strategi "tekanan maksimum" Trump untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan mengenai program nuklirnya.
Situasi ini pun berdampak pada pasar global, di mana harga komoditas strategis mulai menunjukkan fluktuasi akibat ketidakpastian keamanan di jalur perdagangan energi dunia.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan