TRIBUNNEWS.COM – Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran, menewaskan seorang gadis berusia 4 tahun.
Mengutip The Canadian Press, ledakan itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026), sehari sebelum latihan angkatan laut yang direncanakan Iran di Selat Hormuz.
Sebanyak 14 orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip pernyataan pihak pemadam kebakaran yang menyebut ledakan itu disebabkan oleh kebocoran gas.
Kantor berita tersebut membantah klaim bahwa seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi menjadi sasaran.
Mereka menyatakan rumor tersebut sepenuhnya salah dan merupakan bagian dari operasi psikologis kelompok-kelompok anti-Iran.
Secara terpisah, empat orang juga dilaporkan tewas dalam ledakan gas lainnya di sebuah gedung perumahan di kota Ahvaz, barat daya Iran.
Protes berskala besar yang terjadi sejak akhir Desember 2025 telah menyebabkan banyak korban jiwa di Iran.
Presiden AS Donald Trump berulang kali menekan Iran agar melakukan negosiasi mengenai program nuklirnya.
Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (31/1/2026), pejabat keamanan tertinggi Iran mengatakan ada kemajuan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun kepala militer Republik Islam memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan militer.
Donald Trump mengonfirmasi bahwa kedua pihak sedang berdialog, sambil tetap memprioritaskan ancaman serangan.
“Iran sedang berbicara dengan kami, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi. Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana,” katanya kepada Fox News.
Baca juga: Araghchi: Jika Mau Negosiasi, AS Harus Berhenti Ancam Iran
“Mereka sedang bernegosiasi.”
Amerika Serikat telah mengerahkan kapal perang yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln di lepas pantai Iran, setelah Trump mengancam akan campur tangan terhadap aksi protes di negara tersebut.
“Bertentangan dengan gembar-gembor perang media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan,” kata Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Baca tanpa iklan