Rusia tidak memiliki kemewahan untuk memilih-milih, dan China menjadi pelanggan besar serta dapat diandalkan.
Perdagangan senjata memberi Rusia pengaruh politik dan keselarasan strategis, setidaknya pada tahap awal, dengan kekuatan global yang sedang bangkit.
Namun, sejauh mana Rusia memfasilitasi pematangan kekuatan China kemungkinan besar dilebih-lebihkan.
China kemungkinan tetap akan melakukan modernisasi, bahkan tanpa bantuan Rusia, dengan memperoleh teknologi, talenta, dan desain dari berbagai sumber lain, menurut Kass.
Bagi Rusia, negara itu masih mempertahankan mekanisme pencegah utama berupa senjata nuklir dan sistem pertahanan dalam negeri yang kuat, sehingga penjualan senjata tidak dianggap membahayakan keamanan domestiknya.
Ke depan, Rusia diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam menjual teknologi mutakhir kepada China.
Sementara itu, China akan berfokus pada pengembangan sistem dalam negeri dan hanya membeli secara selektif pada bidang yang masih memiliki celah kemampuan.
Dalam jangka panjang, hubungan kedua negara kemungkinan akan menampilkan Rusia sebagai pemasok sumber daya secara selektif, sementara China mengambil peran manufaktur yang semakin dominan.
Bisnis Tiru-meniru yang Didukung Pemerintah
Mengutip US Naval Institute News, praktik peniruan yang dilakukan China tidak lagi terbatas pada daerah-daerah terpencil yang minim penegakan hukum.
Bisnis ini telah memasuki arus utama dan bahkan dirangkul oleh pejabat pemerintah yang tampaknya bersedia membiarkan negara lain mengembangkan produk dan teknologi, yang kemudian dapat mereka peroleh secara sah melalui lisensi maupun secara tidak sah.
Pendekatan tersebut, memungkinkan China tetap kompetitif di panggung global sekaligus menghemat waktu dan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mengembangkan produk mereka sendiri.
Berikut daftar sejumlah jet tempur dan persenjataan pertahanan lainnya yang diduga ditiru oleh China.
Pesawat
- Pesawat tempur Shenyang J-15 Flying Shark buatan China didasarkan pada pesawat tempur Sukhoi Su-33 Rusia.
- Shenyang J-31, yang diperkenalkan pada akhir 2014, memiliki bentuk yang mirip dengan Lockheed Martin F-35B Lightning II dari Amerika Serikat.
- Pesawat latih supersonik Hongdu L-15 Falcon berbasis pada Yakovlev Yak-130 Rusia.
- Shenyang J-11 didasarkan pada pesawat tempur Sukhoi Su-27 Rusia.
- Pesawat angkut Shaanxi Y-9 buatan China mirip dengan pesawat angkut Antonov An-12 Cub (Rusia).
Kendaraan Tanpa Awak
- UCAV (pesawat tempur tanpa awak) Lijian buatan China mirip dengan Northrop Grumman X-47B dari Amerika Serikat.
- Helikopter tanpa awak SVU-200 Flying Tiger buatan China mirip dengan helikopter tanpa awak Northrop Grumman MQ-8 Fire Scout (AS).
- Pesawat nirawak (UAV) Chengdu Wing Loong “Pterodactyl” mirip dengan pesawat nirawak General Atomics MQ-1 Predator (AS).
Kendaraan Darat
- Howitzer swa-gerak PLZ-05 buatan China mirip dengan howitzer swa-gerak 2S19 Msta-S (Rusia).
- Peluncur roket multi-laras PHL03 buatan China mirip dengan peluncur roket ganda BM-30 Smerch “Whirlwind” (Rusia).
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan