ICE menangkap ayahnya sebagai bagian dari razia imigrasi pemerintahan Trump.
Liam ikut ditahan di pusat penahanan Dilley, Texas, meski DHS mengklaim anak itu tidak menjadi target.
Bocah itu terlihat sedih dan depresi karena jauh dari keluarga dan rumah.
Foto Liam dengan topi biru dan ransel Spider-Man viral di media sosial, memicu kecaman internasional.
Kejadian ini memicu protes di luar fasilitas penahanan.
Hakim Distrik AS Fred Biery mengkritik keras pemerintah, menyebut penahanan itu traumatis dan salah langkah.
Biery menekankan bahwa anak-anak seharusnya tidak mengalami trauma karena kuota deportasi harian.
Anggota DPR AS Joaquin Castro, Demokrat Texas, menjemput mereka di Dilley pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Anggota DPR Ilhan Omar juga mendukung kepulangan mereka dan memposting foto Liam dan ayahnya di media sosial.
Baca juga: Agen ICE Kembali Berulah di Minneapolis, 1 Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan
Hakim Biery memerintahkan pembebasan Liam dan ayahnya paling lambat hari Selasa (3/2/2026), namun mereka dibebaskan lebih awal.
Keduanya kembali ke Minnesota pada Minggu pagi, disertai Castro.
Ibu Liam, Erika Ramos, menegaskan agen ICE mencoba memprovokasi keluarga agar keluar rumah.
Dewan sekolah setempat dan tetangga menegaskan ada peluang aman untuk menyerahkan Liam kepada orang dewasa sebelum penahanan.
DHS membela tindakan agen, menyebut anak itu “ditelantarkan” saat ayahnya melarikan diri.
Pengacara keluarga menegaskan Liam dan ayahnya mengikuti semua prosedur imigrasi dan seharusnya tidak pernah ditahan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan