TRIBUNNEWS.COM - Lockheed Martin mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak RQ-170 Sentinel yang sangat rahasia, memainkan peran dalam operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela, lapor AOL.com.
Dalam panggilan konferensi pendapatan triwulanan, Kamis (29/1/2026), CEO Lockheed Martin Jim Taiclet menguraikan bagaimana produk bersistem canggih perusahaannya, mendukung “Operasi Absolute Resolve”.
Ia menyebutkan pesawat tempur F-35 dan F-22, helikopter Sikorsky Black Hawk, serta UAV RQ-170 Sentinel sebagai elemen kunci dalam misi tersebut.
Operasi itu mencapai puncaknya pada 3 Januari 2026 dengan penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, yang membuat salah satu sistem militer paling dirahasiakan itu menjadi sorotan publik.
Video-Video Kemunculan Sentinel Beredar di Media Sosial
Rekaman yang beredar di media sosial setelah penangkapan Maduro menunjukkan setidaknya satu unit RQ-170 kembali ke Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Puerto Rico beberapa jam setelah operasi selesai.
Pangkalan tersebut berfungsi sebagai pusat bagi pesawat yang terlibat dalam misi tersebut, dan gambar-gambar itu memberikan petunjuk visual pertama tentang keberadaan drone di wilayah tersebut.
Meskipun militer AS mengonfirmasi keterlibatan berbagai jenis pesawat, mereka tidak secara eksplisit menyebutkan Sentinel hingga adanya konfirmasi dari Lockheed Martin.
Pesawat nirawak RQ-170 Sentinel dikembangkan oleh divisi Advanced Development Programs (ADP) Lockheed Martin yang terkenal, dikenal luas sebagai Skunk Works, sebagai platform intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan kemampuan siluman.
Sejak penerbangan perdananya pada akhir 2000-an hingga pengakuan resmi oleh Angkatan Udara AS pada 2009, pesawat ini menjadi salah satu program Pentagon yang paling tidak transparan.
Para analis memperkirakan sekitar 20 hingga 30 unit telah dibangun, tetapi jumlah produksi pastinya tetap dirahasiakan.
Baca juga: 10 Raksasa Industri Pertahanan Dunia Berdasarkan Pendapatan: Lockheed Martin Memimpin
Secara fisik, RQ-170 memiliki desain sayap terbang dengan bentang sayap diperkirakan sekitar 20 meter.
Bentuk silumannya dan penggunaan material penyerap radar memungkinkannya memasuki wilayah udara konflik dengan kemungkinan deteksi yang rendah.
Pesawat ini membawa sensor canggih yang mampu mengumpulkan citra elektro-optik dan inframerah, data radar apertur sintetis, serta intelijen sinyal.
Kemampuan terakhir ini sangat penting untuk memetakan pemancar elektronik dan menetapkan pola aktivitas di darat.
Kemampuan Unik Sentinel
Hal yang membuat Sentinel unik di antara UAV AS adalah kemampuannya pada pengumpulan data secara pasif.
Baca tanpa iklan