TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara tegas membantah adanya hubungan apa pun dengan pihak-pihak yang terlibat dalam skandal terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Pernyataan ini muncul menyusul rilis dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang mengungkap korespondensi email dari 14 tahun silam yang mencatut namanya.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu (1/2/2026), Anwar mengaku baru mengetahui bahwa namanya disebut-sebut dalam komunikasi pihak luar terkait kasus tersebut.
"Baru hari ini saya mengetahui ada pihak luar yang ingin bertemu dan bahkan 'menyebut' nama saya dalam sebuah email yang terkait dengan kasus Epstein," tulis Anwar.
Ia menekankan bahwa meskipun email itu dikirim lebih dari satu dekade lalu, ia sama sekali tidak mengenal maupun memiliki hubungan dengan para pihak yang terlibat dalam percakapan tersebut, terutama Epstein sendiri.
Nama Anwar Ibrahim sendiri muncul dalam tangkapan layar email tertanggal 21 Februari 2012.
Dalam pesan yang identitas pengirimnya disunting oleh DOJ tersebut, seorang rekan Epstein menanyakan kemungkinan untuk mengatur pertemuan pribadi antara Anwar dengan "Jes".
Sosok "Jes" yang dimaksud pada surat elektronik tersebut merujuk pada Jes Staley, CEO bank investasi JPMorgan saat itu.
Rekan Epstein tersebut memprediksi potensi keuntungan besar bagi JPMorgan jika Anwar berhasil naik takhta menjadi pemimpin Malaysia.
"Jika ia menjadi perdana menteri, ia akan melakukan pembenahan, dan hal itu bisa menjadi tambang emas bagi JPM," demikian bunyi kutipan dalam email tersebut.
Bantahan dari Tokoh Lainnya yang Dicatut
Anwar Ibrahim bukan satu-satunya tokoh besar yang terseret dalam jutaan halaman dokumen yang dirilis DOJ sejak Jumat waktu setempat (30/1/2026).
Nama-nama beken seperti miliarder Bill Gates hingga Pangeran Andrew dari Inggris juga kembali mencuat.
Bahkan pihak Bill Gates juga melayangkan protes keras terhadap isi dokumen tersebut.
Baca juga: Anwar Ibrahim Bantah Kabar Malaysia Berikan Lahan 5.207ha untuk Indonesia
Dalam sebuah draf email, Epstein mengklaim bahwa Gates pernah terlibat dalam sebuah perselingkuhan.
Baca tanpa iklan