Menanggapi hal itu, Yayasan Gates merilis pernyataan resmi melalui The New York Times.
"Klaim-klaim ini berasal dari seorang pembohong yang telah terbukti. Hal tersebut sangat tidak masuk akal dan sepenuhnya salah." ungkap pihak Yayasan Gates
Sementara itu, Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa proses perilisan 3 juta dokumen, 180.000 foto, dan 2.000 video ini dilakukan secara independen tanpa campur tangan Gedung Putih.
Meski dokumen tersebut berisi informasi sensitif yang melibatkan Presiden Donald Trump, Blanche menjamin tidak ada perlindungan khusus bagi pihak mana pun.
"Kami tidak melindungi Presiden Trump. Kami tidak memberikan perlindungan khusus kepada siapa pun," tegas Blanche dalam konferensi pers seperti yang dikutip dari ChannelNewsAsia.
Jeffrey Epstein sendiri mengakhiri hidupnya di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seksual anak di bawah umur.
Kematiannya yang dinyatakan sebagai bunuh diri meninggalkan misteri besar mengenai jaringan luas yang melibatkan elit politik, akademisi, hingga pesohor dunia yang pernah bersinggungan dengan lingkaran sosialnya.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan