News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tokyu Jepang Tetap Dukung Perkeretaapian Indonesia Meski Terhambat Pandemi

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERETA BANTUAN JEPANG - Pimpinan Tokyu Jepang yang banyak terlibat proyek perkeretaapian di Indonesia. Yoshito Kadota, General Manager Tokyu Railways (kanan) dan Fellow Kepala Engineering Tokyu Construction, Masafumi Ota (kiri). (Tribunnews.com/Richard Susilo)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kereta bekas Jepang seri 8000 dan 8500 milik Tokyu Jepang ternyata memiliki peran besar dalam modernisasi transportasi kereta di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Impor kereta bekas Tokyu antara 2005-2009 dan sempat ingin berulang tetapi terhambat oleh Corona antara 2019-2022.

“Semua rencana berantakan gara-gara Corona. Tapi kita tetap dukung Indonesia dan tetap melakukan kerjasama yang baik dengan pihak Indonesia, khususnya dalam mendukung suku cadang dan fasilitas kereta api lainnya,” papar Yoshito Kadota, General Manager Tokyu Railways khusus kepada Tribunnews.com minggu lalu..

Di balik kesuksesan tersebut, terdapat perjalanan panjang penuh tantangan—mulai dari proses ekspor, pelatihan teknisi, hingga dukungan suku cadang—yang menunjukkan eratnya kerja sama Jepang dan Indonesia di bidang perkeretaapian.

Saat memasukkan kereta api bekas Tokyu ke Jakarta, Tokyu Construction juga sempat membangun Depo Kereta api di Lebakbulus Jakarta Selatan.

“Saya juga ke sana melihat Depo tersebut  saat pembangunan,” papar Fellow Kepala Engineering Tokyu Construction, Masafumi Ota, juga kepada Tribunnews.com yang mengaku sempat ke Bandung dan kota lain di Indonesia.

Baca juga: Gempa M7,5 Jepang Hari Ini Picu Peringatan Tsunami 80 Cm di Tohoku dan Hokkaido

Bahkan Ota merasa nyaman enak sekali berada di Bandung karena sejuk dibandingkan Jakarta yang panas, tambahnya sambal tersenyum.

Dari Atap Kereta Penuh Penumpang ke Transportasi Modern

Sekitar tahun 2004, perwakilan Tokyu mengunjungi Jakarta dan menemukan kondisi transportasi yang memprihatinkan.

Pada jam sibuk pagi hari, penumpang bahkan sampai naik ke atap kereta karena kondisi gerbong yang tidak layak—tanpa AC dan pintu yang tidak dapat tertutup dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, muncul gagasan untuk mengirimkan kereta bekas dari Jepang guna meningkatkan kualitas layanan transportasi di Indonesia.

Menariknya, proyek ini tidak berjalan melalui perusahaan dagang seperti biasa.

Tokyu memilih bekerja langsung dengan pihak Indonesia dengan melibatkan grupnya sendiri, termasuk Tokyu Car (sekarang J-TREC) dan Tokyu Construction.

“Sebenarnya ada pihak perusahaan Jepang yang mau membantu tetapi mengundurkan diri karena dianggap tidak menguntungkan dia,” papar Ota lagi mengenang masa lalu.

Proses ini tidak mudah.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini