TRIBUNNEWS.COM - Gelombang baru pengungkapan dokumen terkait terpidana kasus perdagangan seks, Jeffrey Epstein, kembali mengguncang panggung politik Amerika Serikat (AS).
Dokumen pengadilan yang baru saja dibuka untuk publik pada Minggu (1/2/2026) waktu setempat, memuat referensi tambahan mengenai hubungan antara keluarga mantan Presiden AS Bill Clinton dengan sang miliarder tersebut.
Rangkaian dokumen ini merupakan bagian dari gugatan hukum yang telah lama berjalan.
Tujuannya untuk mengungkap jaringan luas individu-individu berpengaruh yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ilegal Epstein selama beberapa dekade.
Dalam kumpulan berkas terbaru ini, terdapat pernyataan dari sejumlah saksi dan catatan perjalanan yang memperjelas kedekatan Bill Clinton dengan Epstein.
Meski nama Clinton sudah sering dikaitkan dalam pengungkapan sebelumnya, dokumen kali ini memberikan rincian lebih lanjut mengenai frekuensi komunikasi dan kunjungan yang terjadi.
Berdasarkan laporan CNN, meskipun dokumen tersebut menyebutkan berbagai interaksi sosial, hingga saat ini belum ada bukti hukum baru yang menunjukkan bahwa anggota keluarga Clinton terlibat dalam tindakan kriminal atau mengetahui aktivitas perdagangan seks yang dilakukan oleh Epstein.
Rilis berkas Epstein pada hari Jumat – lebih dari 3 juta dokumen – menyusul kumpulan berkas yang lebih kecil sebelumnya pada bulan Desember yang mengungkap foto-foto Bill Clinton dan Epstein yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Dalam file itu, muncul foto Clinton tanpa baju di bak mandi air panas bersama seseorang yang digambarkan oleh seorang pejabat Departemen Kehakiman sebagai "korban" pelecehan seksual Epstein.
Berkas terbaru mencakup komunikasi yang sering terjadi antara rekan lama Epstein, Ghislaine Maxwell — yang saat ini dipenjara karena perdagangan seks — dan staf Clinton antara tahun 2001 dan 2004.
Selama periode inilah Bill Clinton bepergian dengan stafnya menggunakan pesawat pribadi Epstein setidaknya 16 kali menurut analisis CNN.
Baca juga: Namanya Dicatut di Epstein Files, PM Malaysia Anwar Ibrahim Buka Suara
Pihak keluarga Clinton secara konsisten membantah adanya keterlibatan dalam kegiatan ilegal apa pun terkait Jeffrey Epstein.
Dalam pernyataan-pernyataan sebelumnya, juru bicara Bill Clinton, Angel Urena menegaskan bahwa sang mantan presiden telah memutus hubungan dengan Epstein sejak awal tahun 2000-an dan tidak mengetahui kejahatan yang dituduhkan.
"Mantan Presiden Clinton tidak tahu apa-apa tentang kejahatan mengerikan yang melibatkan Jeffrey Epstein," tegas tim hukumnya dalam menanggapi spekulasi publik yang terus berkembang seiring dibukanya dokumen-dokumen tersebut.
Pembukaan dokumen ini dilakukan di tengah tekanan publik yang kuat di AS agar sistem peradilan mengungkap seluruh daftar "klien" atau rekanan Epstein tanpa sensor.
Baca tanpa iklan