News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahmad Basarah Ungkap Peran Megawati di Zayed Award hingga Jadi Kunci Kemenangan NU & Muhammadiyah

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZAYED AWARD - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah saat menyambut ketibaan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (1/2/2026) sore waktu setempat atau Minggu malam.

 

TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah mengungkap soal makna kehadiran Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), selaku mantan anggota Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) atau Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia.

Menurutnya, kehadiran Megawati dalam ajang tersebut sebagai bagian dari tokoh penting dalam menentukan penerima penghargaan bergengsi di periode sebelumnya.

Baca juga: Kunjungan ke UAE, Megawati akan Hadiri Zayed Award dan Jadi Pembicara di Majelis Kemanusiaan Global

Peran Megawati dinilai krusial sebab punya andil besar dalam perjuangan dan diplomasi, sehingga dua organisasi Islam terbesar Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil terpilih sebagai pemenang.

Hal ini diungkapkan Basarah saat mendampingi Megawati berkunjung ke kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA, di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) sore waktu setempat.

"Ibu Megawati dengan sangat meyakinkan memperjuangkan NU dan Muhammadiyah di hadapan dewan juri internasional lainnya. Beliau memaparkan bukti nyata bagaimana kedua organisasi ini menjadi pilar perdamaian, toleransi, dan persaudaraan kemanusiaan di Indonesia, bahkan dunia," kata Basarah.

 

ZAYED AWARD - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah saat menyambut ketibaan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (1/2/2026) sore waktu setempat atau Minggu malam. (HO/IST/Dok. PDIP - Monang Sinaga)

 

Ia menjelaskan kemenangan NU dan Muhammadiyah untuk kategori organisasi kemasyarakatan (civil society organization) di tahun 2024 bukan sekadar pengakuan simbolis.

Sebab hadiah pemenang sebesar 1 juta dolar AS juga digunakan untuk kemaslahatan umat dan program kemanusiaan. 

"Atas perjuangan tersebut, NU dan Muhammadiyah menerima hadiah sebesar 1 juta dolar AS yang digunakan untuk kemaslahatan umat dan program kemanusiaan. Ini adalah bukti konkret diplomasi total Ibu Mega untuk bangsa," ucapnya. 

Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024 ini kemudian menerangkan mengenai Zayed Award agar publik memahami konteks penghargaan internasional yang melibatkan Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia adalah penghargaan tahunan independen dan internasional. Penghargaan ini mengakui individu atau entitas di seluruh dunia yang memimpin dengan memberi contoh, berkolaborasi tanpa pamrih, dan bekerja tanpa lelah untuk menjembatani kesenjangan serta menciptakan hubungan manusia yang nyata," jelas Basarah.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini seringkali diberikan kepada mereka yang melakukan pengorbanan pribadi yang besar demi kemanusiaan. 

Penerima penghargaan berhak menerima hadiah finansial sebesar 1 juta dolar AS.

Sejarah dan Filosofi Sheikh Zayed

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini