News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Epstein Files

Skandal Jeffrey Epstein dan Mossad Israel Terbongkar, Harta Libya 80 Miliar Dolar Diincar

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM – Meski telah meninggal dunia pada tahun 2019 silam, belakangan Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia setelah skandal besar yang menyeret namanya bocor ke publik.

Berdasarkan dokumen terbaru yang dirilis Kementerian Kehakiman AS, Epstein berupaya secara diam-diam memulihkan aset Libya yang dibekukan senilai sekitar 80 miliar dolar AS, dengan melibatkan jaringan mantan pejabat intelijen Inggris dan Israel.

Salah satu dokumen kunci adalah email tertanggal Juli 2011 yang dikirim oleh seorang rekan Epstein.

Email ini menguraikan rencana Epstein yang akan memanfaatkan kekacauan politik dan ekonomi di Libya setelah tumbangnya rezim Muammar Gaddafi untuk mengidentifikasi dan mengakses dana negara Libya yang dibekukan di negara-negara Barat.

Dalam surat elektronik tersebut, Epstein disebut secara terbuka membahas peluang hukum dan finansial untuk memulihkan aset Libya yang dibekukan, termasuk 32,4 miliar dolar AS yang tersimpan di Amerika Serikat.

Aset-aset tersebut digambarkan sebagai “barang curian dan disalahgunakan”, dengan klaim bahwa nilai riilnya berpotensi mencapai tiga hingga empat kali lipat dari angka resmi yang dibekukan.

Email itu juga menunjukkan bagaimana Epstein melihat situasi Libya sebagai momentum strategis.

Ketidakstabilan politik dinilai membuka celah hukum yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri, mengklaim, dan mengelola kembali aset-aset tersebut melalui jalur internasional.

Elite Inggris-Israel Terlibat

Dalam menjalankan misi, Epstein tak sendiri. Mengutip laporan Euronews, miliarder kondang AS ini mengajak mantan pejabat badan intelijen Inggris (MI6) dan Israel (Mossad) untuk mengakses aset Libya yang dibekukan.

Para pejabat tersebut disebut telah menyatakan kesediaan membantu dalam proses identifikasi dan pemulihan dana negara Libya yang tersimpan di berbagai negara Barat.

Mereka digambarkan sebagai figur berpengalaman dengan jaringan luas di bidang keuangan internasional, hukum lintas negara, serta pelacakan aset tersembunyi.

Baca juga: Skandal Dokumen Epstein: Mengapa Jutaan File Rahasia Elite Dunia Baru Dibongkar Sekarang?

Epstein diyakini melibatkan mereka karena kompleksitas dana Libya yang dibekukan.

Aset-aset tersebut berada di bawah rezim sanksi internasional, tersebar di sejumlah negara Barat, dan dilindungi oleh struktur hukum berlapis.

Keahlian mantan aparat intelijen dalam membaca celah hukum dan memetakan kepemilikan aset dianggap krusial untuk menavigasi hambatan tersebut.

Meski demikian, dokumen Kementerian Kehakiman AS tidak menyebutkan identitas individu yang terlibat dan tidak menunjukkan bahwa para mantan pejabat tersebut bertindak atas mandat resmi pemerintah Inggris atau Israel.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini