Meski begitu, sangat jarang bagi seorang presiden untuk menghapus unggahan media sosial, dan bahkan lebih jarang lagi untuk mengeluarkan permintaan maaf atau bertanggung jawab atas unggahan yang telah menyinggung banyak orang, menurut CNN.
Saat berkampanye untuk pemilihan presiden pada Oktober 2015, Trump pernah me-retweet sebuah unggahan yang mempertanyakan kesehatan mental warga Iowa.
Unggahan itu dihapus beberapa jam kemudian, dan Trump menyalahkan seorang pemuda yang sedang magang.
"Magang muda yang secara tidak sengaja melakukan retweet meminta maaf," ungkap Trump.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan