Sementara Jeffrey Epstein kini telah tewas usai mengakhiri hidup di penjara, Manhattan, New York Agustus 2019 lalu.
Dokumen-dokumen ini, yang mencakup catatan perjalanan, rekaman, dan email, telah menjadi topik pembicaraan sejak kematian Epstein pada tahun 2019.
Rilis besar DOJ ini kembali memunculkan berbagai nama tokoh ternama, termasuk pendiri Microsoft Bill Gates, dalam sejumlah draf email yang ditulis Epstein sebelum kematiannya pada 2019.
Lantas berikut perjalanan lengkap kasus Epstein, mengutip PBS News:
2005 - 2006: Penyelidikan Awal di Florida
- Maret 2005: Polisi Palm Beach mulai menyelidiki Epstein setelah keluarga seorang gadis 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan seksual di rumah mewahnya. Sejumlah remaja lain kemudian mengaku direkrut untuk “pijatan” yang berujung eksploitasi seksual.
- Mei 2006: Polisi merekomendasikan dakwaan berat terhadap Epstein. Namun jaksa negara bagian mengirim kasus itu ke dewan juri, langkah yang dinilai tidak lazim.
- Juli 2006: Epstein ditangkap, tetapi hanya didakwa meminta prostitusi — tuduhan yang jauh lebih ringan. FBI mulai ikut menyelidiki.
Baca juga: Utusan Senior Norwegia Mundur Usai Terungkap Hubungan dengan Jeffrey Epstein
2007 - 2008: Kesepakatan Rahasia
- 2007: Jaksa federal menyiapkan dakwaan, tetapi pengacara Epstein bernegosiasi dengan kantor jaksa AS di Miami untuk kesepakatan non-penuntutan federal.
- Juni 2008: Epstein mengaku bersalah atas dua dakwaan negara bagian dan dihukum 18 bulan penjara. Ia menjalani sebagian hukuman dengan skema “work release”. Kesepakatan rahasia membuatnya lolos dari dakwaan federal, memicu kritik luas bertahun-tahun kemudian.
2009 - 2018: Gugatan Korban & Sorotan Media
- 2009: Salah satu korban, Virginia Roberts Giuffre, menggugat Epstein dan Ghislaine Maxwell. Ia mengklaim diperdagangkan kepada tokoh-tokoh berpengaruh. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak-pihak yang disebut.
- 2011: Wawancara media dengan Giuffre memicu perhatian internasional, termasuk terhadap hubungan Epstein dengan kalangan elite global.
- 2014: Dokumen pengadilan kembali memunculkan klaim Giuffre tentang tokoh-tokoh berpengaruh dunia. Semua pihak yang disebut membantah tuduhan.
- November 2018: Investigasi media besar menyoroti kembali kesepakatan hukum 2008, memicu kemarahan publik.
2019: Penangkapan & Kematian Epstein
- 6 Juli 2019: Epstein ditangkap di New York atas dakwaan perdagangan seks federal.
- 10 Agustus 2019: Epstein ditemukan meninggal di sel tahanan. Otoritas menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun peristiwa ini memicu berbagai spekulasi.
2020–2022: Maxwell Diadili
- 2 Juli 2020: Ghislaine Maxwell didakwa membantu merekrut dan mengeksploitasi korban Epstein.
- 30 Desember 2021: Maxwell dinyatakan bersalah atas perdagangan seks.
- 28 Juni 2022: Ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
2024: Dokumen Pengadilan Mulai Dibuka
- Januari 2024: Hakim memerintahkan pembukaan lebih banyak catatan pengadilan terkait kasus Epstein, memicu gelombang baru perhatian publik.
2025: Tekanan Politik & Transparansi
- Awal 2025: Tekanan politik meningkat agar pemerintah membuka seluruh arsip Epstein.
- Februari 2025: Pejabat tinggi Departemen Kehakiman menyebut dokumen Epstein sedang ditinjau, namun rilis awal dinilai minim informasi baru.
- April 2025: Virginia Giuffre dilaporkan meninggal dunia. Kepergiannya kembali memicu perhatian terhadap perjuangan para korban.
- Juli 2025: Departemen Kehakiman menyatakan tidak menemukan “daftar klien” resmi Epstein.
- November 2025: Kongres meloloskan Epstein Files Transparency Act, mewajibkan pemerintah membuka arsip penyelidikan.
- Desember 2025: Departemen Kehakiman mulai merilis dokumen, termasuk foto, email, dan catatan investigasi. Rilis dihentikan sementara untuk peninjauan tambahan.
2026: Rilis Dokumen Terbesar
- Januari 2026: Pemerintah mulai mempublikasikan lebih dari 3 juta halaman dokumen, ribuan video, dan ratusan ribu gambar terkait penyelidikan Epstein dan Maxwell.
Dokumen tersebut mencakup laporan polisi awal, rekaman komunikasi korban dengan penyelidik, serta korespondensi Epstein dengan berbagai tokoh publik, ada Bill Gates, Donald Trump hingga Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew).
Banyak nama yang muncul membantah terlibat dalam tindakan ilegal, dan tidak semua pihak menghadapi dakwaan pidana.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan