News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Imlek 2026

Arus Penumpang Kereta pada Mudik Imlek di China Tembus 100 Juta Orang dalam Sembilan Hari

Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERETA IMLEK- Seorang anak mengamati barongsai saat beratraksi di Stasiun kereta cepat Whoosh, Halim, Jakarta Timur, Rabu (29/1/2025).Arus Penumpang Kereta pada Mudik Imlek 2026 di China Tembus 100 Juta Orang dalam Sembilan Hari (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Ringkasan Berita:

  • Kereta api tetap menjadi moda utama mudik Imlek (Chunyun) 2026 di China, dengan lebih dari 100 juta penumpang tercatat dalam sembilan hari pertama.
  • Total perjalanan lintas wilayah selama Chunyun 2026 diprediksi menembus 9,5 miliar kali, dengan 540 juta penumpang kereta api atau naik sekitar 5 persen dari tahun lalu.
  • Tradisi mudik hui jia tetap kuat, didukung kemajuan infrastruktur termasuk jaringan kereta cepat China yang kini membentang lebih dari 50.000 kilometer.

 

TRIBUNNEWS.COM - Moda transportasi kereta api di China masih menjadi primadona dalam periode mudik perayaan Imlek atau yang dikenal sebagai Chunyun pada tahun 2026 ini.

Dikutip dari CCTV, antusiasme masyarakat China terhadap moda kereta api bisa dilihat dari catatan angka luar biasa dalam periode mudik Imlek kali ini.

Hanya dalam waktu kurang dari sembilan hari sejak dimulai pada 2 Februari 2026, jumlah penumpang yang diangkut telah melampaui angka 100 juta orang.

Seluruh operasional dilaporkan berjalan aman, stabil, dan tertib meskipun volume penumpang harian di hari-hari puncak kerap menyentuh angka 12 hingga 14 juta orang.

Menurut laporan resmi dari akun WeChat "China Railway", lonjakan ini terus menunjukkan tren peningkatan. 

Pada tanggal 9 Februari, tercatat sebanyak 14,355 juta penumpang melakukan perjalanan.

Sementara itu, pada 10 Februari yang bertepatan dengan perayaan Xiao Nian atau "Tahun Baru Kecil" di wilayah utara China, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 13,95 juta orang dengan dukungan 1.363 unit kereta penumpang tambahan yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat.

Fenomena mudik tahun 2026 ini diprediksi akan mencetak rekor baru dengan total perjalanan lintas wilayah mencapai 9,5 miliar kali selama 40 hari masa Chunyun.

Adapun masa Chunyun untuk tahun ini akan berakhir pada tanggal 13 Maret 2026 mendatang. 

Khusus untuk moda transportasi kereta api, diperkirakan akan ada 540 juta penumpang secara keseluruhan, meningkat sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.

Tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari platform pemesanan tiket 12306 yang telah menjual lebih dari 140 juta tiket hanya pada awal Februari saja.

Baca juga: Apa itu Huang Mei Ren? Adik Jeruk Hong Mei Ren yang Viral di Imlek 2026

Keberhasilan Tiongkok dalam mengelola mobilitas manusia terbesar di dunia ini tidak lepas dari kemajuan infrastrukturnya, terutama jaringan kereta api cepat yang kini telah membentang lebih dari 50.000 km.

Namun, di balik angka statistik yang masif tersebut, tren pemudik di China ini juga menunjukkan bahwa tradisi hui jia atau pulang ke kampung halaman masih begitu kuat di thaun 2026 ini. 

Ratusan juta warga Tiongkok rela menempuh perjalanan jauh demi berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 sebagai tanda dimulainya Tahun Kuda Api.

PERNAK PERNIK IMLEK - Calon pembeli melihat pernak-pernik Imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026, kawasan pecinan Glodok dipenuhi dengan penjualan berbagai macam pernak pernik untuk merayakan Imlek yang dijual dengan harga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sejarah Mudik Imlek di China

Tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman yang dikenal dengan istilah hui jia memiliki akar sejarah yang sangat dalam di China. 

Praktik ini terkait erat dengan perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi yang telah dirayakan selama lebih dari 4.000 tahun.

Sejak periode Dinasti Han sekitar tahun 202 SM hingga 220 M, masyarakat Tiongkok telah memegang teguh kebiasaan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan awal tahun baru imlek dengan puncak acara berupa makan malam reuni.

Tradisi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan cerminan nilai Konfusianisme yang menekankan pentingnya harmoni keluarga dan penghormatan kepada leluhur, di mana pulang ke laojia atau rumah asal menjadi simbol pemulihan ikatan batin setelah masa perpisahan.

Meskipun akarnya sudah ada sejak zaman kuno, fenomena mudik massal modern yang dikenal sebagai Chunyun baru muncul secara signifikan setelah era reformasi ekonomi Tiongkok pada akhir 1970-an.

Pada masa ekonomi terencana sebelumnya, mobilitas penduduk cenderung rendah dan perjalanan jarak jauh sangat terbatas karena faktor pendapatan yang minim.

Istilah Chunyun sendiri sebenarnya sudah muncul di media lokal pada tahun 1954, namun baru menjadi fenomena raksasa pada medio 1979 hingga 1980-an ketika reformasi Deng Xiaoping membuka peluang kerja besar-besaran di kota-kota pesisir.

Baca juga: 50 Link Twibbon Imlek 2026 Shio Kuda Api, Dilengkapi Cara Buat dan Bagikan di Media Sosial

Hal ini memicu gelombang jutaan pekerja migran dari pedesaan ke wilayah perkotaan yang kemudian pulang ke kampung halaman setahun sekali, hingga akhirnya surat kabar People's Daily menggunakan istilah ini secara publik pada 1980 untuk menandai dimulainya era migrasi tahunan terbesar di dunia.

Memasuki dekade 1980-an, lonjakan permintaan perjalanan mulai memberikan tekanan hebat pada sistem transportasi, hingga lahir istilah "satu tiket sulit didapat" yang populer sekitar tahun 1986.

Seiring berjalannya waktu, Chunyun terus bertransformasi mengikuti kemajuan infrastruktur nasional China, mulai dari penggunaan kereta api konvensional, pembangunan jalan tol secara masif, hingga pengembangan jaringan kereta cepat yang kini panjang jalurnya telah melampaui 50.000 km. 

PERNAK PERNIK IMLEK - Calon pembeli melihat pernak-pernik Imlek yang dijual di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026, kawasan pecinan Glodok dipenuhi dengan penjualan berbagai macam pernak pernik untuk merayakan Imlek yang dijual dengan harga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini