News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Mengacuhkan Proposal Damai Iran, Apakah Perang Dingin Bakal Kembali Terjadi?

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan menolak mentah-mentah proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran.

Alasannya klasik, Iran dianggap masih "main-main" soal program nuklirnya.

Seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump tidak sreg dengan poin-poin yang ditawarkan Iran.

"Intinya, beliau (Trump) tidak suka dengan proposal itu," ungkap sumber tersebut singkat, sebagaimana diberitakan Reuters.

Berdasarkan informasi dari internal Iran, Teheran ingin agar pembahasan soal nuklir ditunda terlebih dahulu.

Mereka lebih memilih fokus untuk mengakhiri gencatan senjata dan memulihkan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang saat ini macet total.

Namun, Washington punya prinsip berbeda.

Bagi Trump dan tim keamanan nasionalnya, urusan nuklir adalah "menu utama" yang harus dibereskan di awal.

Tanpa ada komitmen nuklir yang jelas, AS enggan menarik pasukannya atau mencabut blokade pelabuhan.

Akibatnya, upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan pun kini berada di ujung tanduk.

Padahal, Pakistan disebut-sebut sudah bekerja keras menjembatani ego kedua negara.

Baca juga: Kanselir Jerman Ejek AS telah Dipermalukan Iran, Teheran: Fakta yang Diakui Barat

Kabar batalnya kunjungan utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, ke Islamabad akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat bahwa jalur diplomasi sedang mengalami "lampu merah".

Dengan adanya penolakan tersebut, akankah Perang Dingin bakal kembali terjadi?

Situasi yang Mirip dengan Perang Dingin

Konflik Iran ini disebut-sebut telah memasuki fase yang sangat mirip dengan Perang Dingin yang terjadi pada tahun 1947 hingga 1991 antara Blok Barat dengan Blok Timur.

Kebuntuan pembicaraan damai yang tegang ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini