News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: 10.000 Tentara Korea Utara Ada di Rusia, Mereka Belajar tentang Perang

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa 10.000 personel militer Korea Utara ditempatkan di wilayah Rusia.

Menurutnya, fakta bahwa tentara Korea Utara memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang "perang hibrida modern" di Rusia adalah fenomena yang sangat berbahaya.

"Mereka (militer Korea Utara — red.) sedang belajar untuk melawan rudal, berbagai jenis drone, termasuk drone serat optik, dari FPV hingga drone jarak jauh," kata Zelenskyy kepada kantor berita Korea Selatan, Kyodo News, Jumat (20/2/2026).

"Mereka sekarang berlatih di wilayah Rusia, karena kita menanggapi serangan Rusia. Jadi mereka memiliki kesempatan ini," lanjutnya.

Zelenskyy mengatakan tentara Korea Utara yang dikirim ke Rusia dapat membawa pengalaman berperangnya ke Korea Utara.

"Apa yang akan mereka lakukan dengan pengetahuan ini? Paling tidak, mereka akan membawa pengalaman dan pengetahuan ini pulang, ke Korea Utara," tambahnya.

Peringatan Zelenskyy merujuk pada ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun.

Korea Utara, yang dikucilkan banyak negara, mendukung Rusia dalam invasinya terhadap Ukraina.

Ukraina: Korea Utara Mengirim Pasukan ke Rusia

Pada 13–14 Oktober 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia dan Korea Utara memperkuat aliansi mereka, termasuk kemungkinan pengiriman personel militer Korea Utara ke pasukan Rusia. 

Baca juga: Zelenskyy Tak Butuh Omong Kosong Putin soal Sejarah Rusia-Ukraina

Kepala GUR saat itu, Kirill Budanov, menyebut sekitar 11.000 tentara Korea Utara bersiap bertempur di Ukraina, dan data tersebut dikonfirmasi Departemen Pertahanan AS. 

Korea Utara membantah tuduhan itu dan menyebut hubungannya dengan Moskow sah.

Pada 5 November 2024, Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengonfirmasi bentrokan pertama antara pasukan Ukraina dan tentara Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia. 

Pada 14 Desember 2024, Zelensky melaporkan korban pertama dari pihak Korea Utara dan menuduh Rusia berupaya menyembunyikan kerugian tersebut.

Pada 11 Januari 2025, Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara di wilayah Kursk. 

Zelensky memerintahkan Dinas Keamanan Ukraina memberi akses kepada para tahanan, sementara Korea Selatan menyatakan siap menerima mereka. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini