Ringkasan Berita:
- Wagyu Jepang dikenal sebagai daging premium dengan marbling halus dan tekstur lembut, dengan grade tertinggi A5
- Ribeye, sirloin, dan tenderloin menjadi potongan favorit karena kaya rasa, seimbang, hingga paling lembut.
- Selain itu, potongan langka seperti chateaubriand dan zabuton menegaskan wagyu sebagai simbol kemewahan kuliner Jepang.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Wagyu Jepang dikenal sebagai salah satu daging sapi paling premium di dunia, terkenal karena teksturnya yang lembut serta marbling (lemak intramuskular) yang halus dan merata.
Namun di antara berbagai potongan wagyu, beberapa bagian dianggap lebih unggul dari yang lain dalam hal rasa, kelembutan, dan harga. Ada kategorinya pula.
"Enak gak wagyunya? Itu A5 lo yang terbaik," ungkap Yamamoto seorang ahli Wagyu baru-baru ini saat makan bersama Tribunnews.com.
Para chef dan pecinta kuliner umumnya sepakat bahwa bagian wagyu paling lezat bergantung pada preferensi — apakah mengutamakan kelembutan, rasa daging yang kuat, atau sensasi lemak yang meleleh di mulut. Meski begitu, ada tiga potongan yang paling sering disebut sebagai kelas terbaik, tambahnya.
Baca juga: Pekerja Indonesia di Jepang Meningkat, Alasan Mereka Datang?
Ribeye, favorit dengan rasa paling kaya
Ribeye menjadi pilihan paling populer di restoran steak premium.
Bagian ini memiliki marbling sangat tinggi, menghasilkan tekstur yang sangat juicy dan rasa buttery yang khas.
Lemaknya yang melimpah membuat ribeye sering dianggap sebagai potongan wagyu paling “nikmat secara keseluruhan.
Sirloin, premium klasik dengan keseimbangan rasa
Sirloin juga termasuk potongan kelas atas dan sering menjadi menu utama restoran fine dining.
Lemaknya cukup banyak, tetapi masih mempertahankan karakter rasa daging yang kuat. Kombinasi tekstur lembut dan rasa seimbang menjadikan sirloin salah satu potongan wagyu paling mahal di pasaran.
Tenderloin, paling lembut dengan rasa ringan
Bagi penikmat daging yang mengutamakan kelembutan, tenderloin atau filet adalah pilihan utama.
Potongan ini memiliki kandungan lemak lebih rendah dibanding ribeye atau sirloin, tetapi terkenal sebagai bagian paling lembut dari seluruh tubuh sapi. Rasanya lebih ringan dan elegan.
Baca juga: Perantau Minang di Jepang Ini Buka Restoran Padang Halal Pakai Daging Wagyu
Potongan super premium dan langka
Selain tiga bagian utama tersebut, terdapat juga potongan yang sangat eksklusif seperti chateaubriand (bagian tengah tenderloin), zabuton dari bahu, serta misuji yang terkenal lembut dan juicy. Potongan-potongan ini biasanya tersedia terbatas dan sering disajikan di restoran yakiniku kelas atas.
Kualitas juga ditentukan grade
Di Jepang, kualitas wagyu dinilai berdasarkan sistem grading nasional, dengan peringkat tertinggi adalah A5. Daging wagyu A5 memiliki marbling paling tinggi, tekstur paling lembut, dan harga paling mahal.
Kombinasi seperti A5 ribeye atau A5 sirloin sering dianggap sebagai puncak kualitas wagyu.
Lebih dari sekadar daging
Popularitas wagyu tidak hanya karena rasanya, tetapi juga teknik peternakan dan standar kualitas yang sangat ketat.
Beberapa merek regional seperti Kobe, Matsusaka, dan Omi bahkan telah menjadi simbol kemewahan kuliner Jepang.
Dengan berbagai pilihan potongan dan kualitas, wagyu menawarkan pengalaman gastronomi yang unik.
"Bagi pecinta steak, memilih bagian terbaik bukan sekadar soal rasa, tetapi juga soal selera pribadi terhadap keseimbangan lemak, tekstur, dan intensitas cita rasa," paparnya lebih lanjut.
Diskusi wagyu di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan