Pernyataan resmi tersebut memicu reaksi beragam.
Sebagian warganet mendesak LDP menempuh jalur hukum terhadap penyebar informasi palsu, sementara lainnya menilai pemerintah selektif dalam menanggapi kritik.
Suzuki menyatakan tidak mungkin merespons setiap tudingan secara individual.
Ia menekankan pentingnya penyampaian posisi resmi secara sistematis, sembari mengakui bahwa menghadapi seluruh spekulasi di ruang digital bukan hal yang realistis.
Baca juga: Ego Elit dan Dampak Perang: Dari Hitler hingga Donald Trump
Gelombang Hoaks di Jepang
Kasus ini juga membuka kembali diskusi soal maraknya hoaks di Jepang, termasuk klaim keliru mengenai meningkatnya kriminalitas oleh warga asing, isu tarif layanan kesehatan hingga 300 persen bagi warga non-Jepang, serta rumor rancangan undang-undang yang disebut akan menyingkirkan warga asing beragama Islam.
Menurut Suzuki, narasi-narasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi merusak kohesi sosial.
“Hati-hati, banyak hoaks berseliweran di Jepang,” tegasnya.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan