News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kerusuhan di Meksiko

Gerak Cepat Meksiko Pasca 'El Mencho' Tewas, 10.000 Tentara Amankan Wilayah Rawan

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Meksiko bergerak cepat dengan mengerahkan sekitar 10.000 personel militer untuk memulihkan keamanan setelah kematian gembong narkoba Nemesio “El Mencho” Oseguera memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah.

El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (Jalisco New Generation Cartel/CJNG), tewas setelah terlibat baku tembak dengan pasukan militer di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, pada Minggu (22/2/2026).

Ia sempat dievakuasi menggunakan pesawat ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis, namun meninggal dunia dalam perjalanan akibat luka tembak yang dideritanya.

Kematian salah satu tokoh kartel paling berpengaruh di Meksiko itu langsung memicu kerusuhan.

Kelompok pendukungnya dilaporkan memblokir sejumlah jalan utama, membakar kendaraan, serta merusak toko dan fasilitas usaha sebagai bentuk reaksi atas kematian pemimpin mereka.

Aksi kekerasan terpusat di wilayah Jalisco, yang selama ini menjadi basis utama CJNG. Namun, situasi juga merembet ke kota wisata Puerto Vallarta, destinasi populer bagi turis asing, terutama dari Amerika Serikat.

Situasi keamanan semakin memburuk setelah sebuah penjara di Jalisco diserang kelompok bersenjata. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 23 narapidana melarikan diri setelah fasilitas pemasyarakatan diberondong tembakan.

Buntut situasi ini data pemerintah mencatat, sedikitnya 73 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan pasca kematian El Mencho. 

Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, menyebut 25 korban di antaranya merupakan personel Garda Nasional yang gugur dalam enam serangan terpisah di Jalisco.

Dampak terhadap Aktivitas dan Peringatan Internasional

Meski situasi mulai berangsur terkendali pada Senin (23/2/2026), aktivitas ekonomi belum sepenuhnya pulih. Banyak toko masih tutup, terutama di ibu kota negara bagian, Guadalajara.

Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak berkunjung ke wilayah terdampak.

Baca juga: Sosok El Mencho, Bos Kartel Narkoba Meksiko yang Disebut Tewas, Ternyata Pernah Jadi Polisi

Pemerintah Australia juga meminta warganya meningkatkan kewaspadaan. Akibat situasi keamanan tersebut, puluhan penerbangan dari dan ke Amerika Utara dilaporkan dibatalkan.

Sorotan terhadap Kesiapan Piala Dunia 2026

Meningkatnya kekerasan juga memunculkan kekhawatiran terhadap kesiapan Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, yang akan digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Meksiko dijadwalkan menggelar 13 pertandingan di beberapa kota, termasuk Guadalajara yang akan menjadi lokasi empat pertandingan. Namun, wilayah ini kini menjadi pusat perhatian karena meningkatnya aktivitas kelompok kriminal.

Pengamat menilai stabilitas keamanan menjadi faktor krusial untuk menjamin keselamatan suporter internasional, tim peserta, serta kelancaran operasional ajang olahraga berskala global tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini