TRIBUNNEWS.COM, AS - Di tengah peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) ke Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump mengatakan lebih memilih solusi diplomatik dengan Iran.
Donald Trump mengatakan kepada Kongres AS lebih memilih untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Iran melalui diplomasi.
Sambil memaparkan alasannya potensi melakukan serangan ke Iran jika terus berupaya mengembangkan nuklir yang dapat menyerang daratan AS.
Trump berulang kali mengatakan bahwa situs-situs nuklir Iran telah musnah, sebuah klaim yang dibantah oleh para ahli.
“Kita telah menghancurkannya dan mereka ingin memulainya lagi. Dan saat ini mereka kembali mengejar ambisi jahat mereka,” kata Trump dalam pidato kenegaraan tahunannya di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2/2026) waktu setempat.
“Kami sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu. Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."
Sejak pekan lalu militer AS yang telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford beserta puluhan jet tempur ke Selat Hormuz, Timur Tengah.
Sebagai gambaran Kapal Induk USS Abraham Lincoln memiliki panjang hingga 333 meter.
Kapal induk ini dapat menampung dan mengoperasikan sekitar 60-70 pesawat, termasuk pesawat tempur F/A-18 Hornet dan jet tempur siluman F-35C Lightning II, serta pesawat pendukung seperti E-2C Hawkeye.
Trump mengatakan bahwa setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni 2025, negara itu telah diperingatkan untuk tidak melakukan upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata, khususnya senjata nuklir.
Iran telah bersikeras selama bertahun-tahun bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.
Baik intelijen AS maupun badan pengawas nuklir PBB tidak menemukan bukti apa pun tahun lalu bahwa Iran sedang mengejar senjata atom.
Selain menuduh Iran memulai kembali program nuklirnya, Trump mengklaim Teheran sedang berupaya membangun rudal yang "segera" akan mampu mencapai AS, menggemakan klaim di media pemerintah Iran sedang mengembangkan rudal yang mampu mencapai Amerika Utara.
Ia juga mengklaim Iran bertanggung jawab atas pemboman pinggir jalan yang telah menewaskan anggota militer AS dan warga sipil.
Baca tanpa iklan