News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Putaran Ketiga Perundingan Iran-AS di Jenewa Dimulai, Washington Singgung Rudal

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Dunia kini tengah tertuju pada Jenewa, Swiss, menjelang putaran ketiga perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pada Kamis (26/2/2026) hari ini.

Pertemuan ini disebut-sebut sebagai "babak penentuan" yang akan menentukan apakah diplomasi masih memiliki ruang, ataukah kawasan Timur Tengah akan terseret ke dalam konflik yang lebih dalam.

Setelah dua putaran sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan konkret, tekanan kini berada di pundak para delegasi.

Washington menuntut kepatuhan total Iran terhadap pembatasan nuklir.

Sementara Teheran tetap teguh menuntut pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh sebelum komitmen apa pun dibuat.

Mengutip Wana, perundingan di Jenewa ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kerangka kerja kesepakatan yang sempat runtuh.

Para mediator dilaporkan bekerja ekstra keras untuk menyusun draft "kesepakatan sementara" yang dapat diterima oleh kedua belah pihak guna meredakan ketegangan militer yang kian memanas.

Poin utama yang menjadi perdebatan sengit adalah tingkat pengayaan uranium Iran yang kini telah melampaui batas damai.

Di sisi lain, Iran bersikeras bahwa aktivitas nuklir mereka adalah untuk tujuan medis dan energi, serta menuduh AS telah melanggar janji internasional dengan memberlakukan kembali sanksi sepihak.

Ancaman Militer dan Desakan AS

Putaran ketiga ini berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman militer yang nyata.

Baca juga: Iran Vs AS: AS Jatuhkan Sanksi Ekonomi Tambahan untuk Iran, Blokir Akses Teknologi Militer Canggih

Presiden AS Donald Trump, yang dikabarkan frustrasi dengan lambatnya kemajuan diplomasi, telah menginstruksikan Pentagon untuk meninjau opsi-opsi kinetik.

Gertakan ini tampaknya dirancang untuk memaksa Iran memberikan konsesi di meja runding.

Namun, Iran merespons dengan ketenangan yang menantang.

Teheran menegaskan bahwa "diplomasi di bawah todongan senjata" tidak akan pernah berhasil.

Mereka justru memperkuat posisi tawar dengan menunjukkan kemajuan teknologi nuklir terbaru mereka tepat sebelum delegasi berangkat ke Jenewa.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini