News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Kapal Tempur USS Gerald R. Ford Sandar di Israel, Sinyal AS Siap Hadapi Ancaman Iran

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat kembali meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirimkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, ke perairan Israel.

Kapal induk tersebut diperkirakan akan berlabuh di Haifa, kota yang menjadi markas besar Angkatan Laut Israel pada Senin (2/3/2026).

Sebagai bagian dari strategi penguatan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran serta kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Sebelum bergerak ke Israel, USS Gerald R. Ford diketahui bertolak dari pangkalan militer Naval Support Activity Souda Bay di Pulau Kreta, Yunani. Pangkalan tersebut merupakan salah satu fasilitas strategis Angkatan Laut AS di kawasan Mediterania.

Dari Yunani, kapal induk bertenaga nuklir itu bergerak menuju Timur Tengah, lokasi di mana AS telah mengumpulkan sejumlah kapal perang dan aset militer tambahan.

Kehadiran USS Gerald R. Ford di perairan Israel dipandang sebagai sinyal kuat kesiapan militer Washington.

Mengapa AS Mengirim USS Gerald R. Ford?

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk kelas terbaru dan terbesar yang dimiliki Angkatan Laut AS.

Kapal ini termasuk dalam Ford-class aircraft carrier (CVN-78), generasi penerus kelas Nimitz, dengan teknologi tempur paling mutakhir dalam armada laut Amerika.

Dengan adanya reaktor nuklir ganda yang dimiliki, memungkinkan kapal beroperasi dalam waktu sangat lama tanpa perlu pengisian bahan bakar ulang, sekaligus mendukung sistem persenjataan dan teknologi elektromagnetik canggih.

Salah satu keunggulan lainnya yakni adalah sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS) yang menggantikan sistem uap konvensional, sehingga memungkinkan peluncuran pesawat tempur lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Negosiasi Jenewa Buntu, Komandan Militer AS Gerak Cepat, Beri Trump Opsi Serangan ke Iran

Dengan panjang lebih dari 330 meter dan bobot mencapai sekitar 100.000 ton, kapal ini mampu membawa lebih dari 70 pesawat tempur, termasuk jet tempur generasi terbaru, pesawat peringatan dini, hingga helikopter.

Dalam operasinya, USS Gerald R. Ford tidak bergerak sendiri, melainkan memimpin satu gugus tempur kapal induk (Carrier Strike Group) yang terdiri dari kapal perusak, kapal penjelajah berpeluru kendali, serta kapal selam pendukung.

Dengan merapat di Haifa, koordinasi militer antara Amerika Serikat dan Israel diyakini akan semakin intensif, terutama dalam menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Iran.

Langkah ini juga mencerminkan strategi deterensi atau efek gentar terhadap Teheran. 

Di tengah dinamika keamanan regional yang tidak stabil, pengerahan armada laut skala besar menjadi pesan bahwa AS siap melindungi kepentingannya dan sekutunya.

Bagian dari Peningkatan Kekuatan Militer AS

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini