TRIBUNNEWS.COM - Serangan militer bertajuk Operasi Epic Fury dari Amerika Serikat bersama sekutunya Israel ke wilayah Iran, pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan sejumlah tokoh penting.
Mulai dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei beserta putri, menantu, dan cucuya.
Ada juga komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dan penasihat utama Pemimpin Tertinggi Ali Shamkhan.
IRGC sendiri merupakan cabang militer elit Iran yang dibentuk pasca-Revolusi 1979 untuk melindungi sistem teokrasi negara tersebut dari ancaman internal dan eksternal.
Kematian mereka dikonfirmasi langsung media pemerintah Iran, dikutip dari ranintl.com, Minggu (1/3/2026).
Profil Mohammad Pakpour
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Mohammad Pakpour adalah pria kelahiran Arak, Iran, pada 1961 silam.
Ia tewas di umur 65 tahun.
Dikutip dari thisisbeirut, Mohammad Pakpour memiliki gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Geografi Politik dari Universitas Teheran.
Ilmu ini di kemudian hari membentuk pendekatannya terhadap operasi militer dan strategi keamanan.
Latar belakang akademiknya juga sangat berperan dalam merumuskan arah kepemimpinannya.
Pakpour telah memainkan peran penting dalam kebijakan militer regional Iran.
Khususnya di Suriah dan Irak, di mana perannya telah mendukung ambisi Teheran yang lebih luas.
Baca juga: Media Internasional Soroti Kesediaan Prabowo Jadi Mediator Iran dan AS
Pakpour menjabat sebagai komandan dalam Perang Iran-Irak 1980-1988.
Ia juga memegang peran penting seperti memimpin Divisi Najaf ke-8, Divisi Ashura ke-31, dan mengawasi Markas Komando Utara Angkatan Darat.
Baca tanpa iklan