TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada hari Senin waktu setempat (2/3/2026) secara resmi mendesak seluruh warganya di kawasan Timur Tengah untuk segera melakukan evakuasi mandiri.
Instruksi ini dikeluarkan menyusul kekhawatiran serius terkait keamanan pasca-serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akhir pekan lalu.
Serangan tersebut tidak hanya memicu eskalasi militer, tetapi juga menyebabkan gangguan masif pada operasional kedutaan besar dan konsulat Amerika Serikat di seluruh kawasan.
Sebagai respons atas pembalasan Iran, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keras kepada warganya di 14 negara Timur Tengah.
Adapun negara yang dimaksud adalah:
- Bahrain,
- Mesir,
- Iran,
- Irak,
- Israel (termasuk Tepi Barat dan Gaza),
- Yordania,
- Kuwait,
- Lebanon,
- Oman,
- Qatar,
- Arab Saudi,
- Suriah,
- Uni Emirat Arab,
- Yaman.
Peringatan ini merupakan bagian dari "kewaspadaan global" yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri sejak Sabtu lalu (28/2/2026), menyusul intervensi AS dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran.
Pemerintah AS sejauh ini tidak mengungkapkan jumlah pasti warga negaranya yang berada di kawasan tersebut.
Fokus pemerintah AS sendiri saat ini adalah memastikan bahwa semua warganya yang berada di kawsan tersebut untuk segera pergi
"Departemen Luar Negeri mendesak warga Amerika untuk SEGERA PERGI dari negara-negara di bawah ini menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena adanya risiko keselamatan yang serius," tulis Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, melalui platform X pada Senin waktu setempat.
Pemerintah AS meminta warganya untuk berangkat sesegera mungkin menggunakan segala sarana transportasi yang masih tersedia.
Baca juga: Pakar Ungkap Potensi Negara-negara Timur Tengah Ikut Memerangi Iran
Namun demikian , upaya evakuasi menghadapi kendala besar di lapangan.
Hal ini terjadi lantaran banyak bandara di seluruh kawasan timur tengah melaporkan penutupan operasional akibat serangan udara yang terus berlanjut.
Bandara internasional yang menjadi poin vital penerbangan di Timur Tengah seprti di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha juga diktehui telah menutup semua aktivitasnya saat ini tanpa batas waktu yang ditentukan.
Dampak Operasional Diplomatik dan Keamanan
Kondisi keamanan kawasan Timur Tengah yang memburuk juga memaksa penyesuaian drastis pada pos-pos diplomatik AS.
Hal ini bisa dilihat dari Kedutaan Besar AS di Bahrain yang saat ini telah ditutup.
Baca tanpa iklan