News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Imbas Perang Iran vs AS: 5.000 Turis Terjebak di Bandara Phuket Thailand

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TURIS PHUKET TERDAMPAR - Tangkap layar suasana Bandara Internasional Phuket pada Senin (2/3/2026) yang dipenuhi turis yang terdampar akibat perang Iran vs AS-Israel. Presiden Dewan Pariwisata Phuket, Rangsiman Kingkaew melaporkan bahwa hingga Senin (2/3/2026), pihaknya mencatat lebih dari 5.000 turis terdampar di Phuket akibat pembatalan sedikitnya 30 penerbangan.

Ringkasan Berita:

  • Lebih dari 5.000 wisatawan terjebak di Phuket akibat pembatalan masif penerbangan yang melintasi zona konflik Timur Tengah
  • Pembatalan penerbangan rute jarak jauh yang transit di Timur Tengah dilakukan demi menghindari wilayah udara terdampak perang di Iran
  • Otoritas pariwisata Thailand sementara ini memberikan bantuan berupa penghapusan biaya reschedule, tarif hotel khusus untuk perpanjangan tinggal, hingga koordinasi dengan imigrasi terkait masalah overstay visa.

 

TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata global.

Hal ini terlihat dari fenomena 5.000 turis yang dilaporkan terjebak di Bandara Internasional Phuket, Thailand, menyusul pembatalan penerbangan massal yang melanda berbagai hub penerbangan utama dunia.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Dewan Pariwisata Phuket, Rangsiman Kingkaew.

Dikutip dari Bangkok Post, Rangsiman melaporkan bahwa hingga Senin (2/3/2026), pihaknya mencatat lebih dari 5.000 turis terdampar di Phuket akibat pembatalan sedikitnya 30 penerbangan.

Rangsiman menjelaskan bahwa warga asing yang menggunakan rute penerbangan dari Timur Tengah menuju Phuket mencakup sekitar 10 persen dari total kedatangan harian di wilayah tersebut.

Hingga Senin, Rangsiman juga mengaku pihaknya telah mencatat lebih dari 5.000 turis terdampar di Phuket akibat 30 penerbangan dibatalkan.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa para turis praktis tidak memiliki jalan keluar karena sebagian besar penerbangan via Bangkok sudah penuh dipesan di tengah musim liburan.

Kondisi krisis ini juga dikhawatirkan merembet ke wilayah terdekat lainnya seperti di Samui

Hal ini diutarakan oleh Wakil Presiden TCT, Ratchaporn Poolsawadee yang memperkirakan lebih dari 1.000 turis akan memperpanjang masa tinggal mereka akibat rangkaian pembatalan penerbangan ini.

Adapun Ratchaporn menyebut sebagian besar wisatawan yang terdampak berasal dari Timur Tengah, Israel, Eropa, dan Amerika Serikat.

Selain membahas akomodasi turis yang terdampar, Pihak TCT juga berkoordinasi dengan Biro Imigrasi Thailand untuk membantu wisatawan yang terancam melampaui masa berlaku visa (overstay). 

Baca juga: 519.042 WNI Berada di Kawasan Timur Tengah, Kemlu RI: Perlindungan Jadi Prioritas Utama

Penyebab Turis Terdampar kian Membludak

Meningkatnya jumlah wisatawan yang terjebak ini terjadi lantaran gelombang pembatalan penerbangan jarak jauh yang menggunakan titik transit di Timur Tengah oleh grup tur dan maskapai terkait.

Akibat situasi keamanan yang tidak menentu di kawasan Timur Tengah setelah serangan antara Iran dan AS-Israel, banyak instansi terkait yang kemudian membatalkan seluruh perjalanan di bulan Maret demi menghindari terbang melintasi zona perang. 

DIHANTAM RUDAL - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026). Jumlah korban tewas akibat serangan rudal Iran sejauh ini telah meningkat menjadi 8 warga Israel. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Hal ini bisa dilihat dari pembatalan penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai besar antara Timur Tengah dan Thailand seperti armada Thai AirAsia X yang memiliki rute penerbangan menuju Riyadh, Arab Saudi.

Sejumlah pemangku sektor pariwisata publik dan swasta Thailand pun tengah berupaya memberikan bantuan kepada ribuan wisatawan yang terdampar di berbagai kota besar.

Komitmen ini disampaikan oleh Adith Chairattananon selaku Sekretaris Jenderal Kehormatan Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA).

Dikutip dari Bangkok Post, Adith menyatakan bahwa Bangkok, Phuket, dan Samui menjadi titik utama berkumpulnya wisatawan di Thailand yang tidak dapat pulang ke negara asal mereka.

Ia menambahkan bahwa pihak asosiasi tengah membantu anggotanya untuk berkoordinasi dengan hotel dan pihak berwenang terkait guna menyediakan akomodasi bagi para pelancong sembari menunggu kejelasan jadwal penerbangan.

Menurut Adith, pemesanan dari pasar jarak jauh yang menggunakan transit di Timur Tengah telah dibatalkan sepenuhnya.

Kebijakan ini pun membuat angka wisatawan yang terdampar di Thailand membludak mengingat rute penerbangan tersebut mencakup sekitar 50 persen dari seluruh perjalanan jarak jauh ke Thailand.

Jika konflik terus berlanjut, para operator khawatir sentimen perjalanan akan terus terdampak hingga festival Songkran bulan depan.

Langkah Darurat Instansi Pariwisata Thailand

Baca juga: Konflik AS-Israel vs Iran, Anggota Komisi I DPR Ungkap Kondisi Terkini WNI di Timur Tengah

Sejak hari Minggu, berbagai asosiasi perhotelan dan pariwisata, termasuk Asosiasi Bisnis Pariwisata Phangnga, Asosiasi Hotel Krabi, dan Asosiasi Turis Phuket, telah meluncurkan langkah-langkah darurat. 

Dewan Pariwisata Thailand (TCT) juga secara resmi meminta kerja sama para anggotanya untuk memastikan Thailand tetap menjadi destinasi yang aman dan berkualitas.

Hal ini diungkapkan Presiden TCT, Chai Arunanondchai, dalam surat resminya yang dirilis pada Senin (2/3.2026)

"Sebagai perwakilan dari operator swasta, kami menyadari bahwa situasi ini berada di luar kendali kami. Namun, hal ini dapat menghambat kepercayaan wisatawan mancanegara jika tidak dikelola dengan benar," ungkap Chai.

Langkah bantuan yang diberikan meliputi penghapusan biaya penjadwalan ulang bagi turis, penghapusan biaya pembatalan jika terdapat bukti gangguan penerbangan, serta penawaran tarif kamar khusus bagi pelancong yang harus memperpanjang masa tinggal mereka.

TURIS PHUKET TERDAMPAR - Tangkap layar suasana Bandara Internasional Phuket pada Senin (2/3/2026) yang dipenuhi turis yang terdampar akibat perang Iran vs AS-Israel. Presiden Dewan Pariwisata Phuket, Rangsiman Kingkaew melaporkan bahwa hingga Senin (2/3/2026), pihaknya mencatat lebih dari 5.000 turis terdampar di Phuket akibat pembatalan sedikitnya 30 penerbangan. (Thai PBS)

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini