TRIBUNNEWS.COM - Sebuah proposal damai terbaru yang ditawarkan oleh Iran kembali ditolak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran pada Sabtu (2/5/2026).
Adapun poin yang menjadi sorotan dalam tawaran tersebut adalah pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan pengakhiran blokade AS terhadap Iran.
Sebagai imbalannya, pembicaraan mengenai program nuklir Teheran akan ditunda untuk tahap selanjutnya.
Perundingan Masih Berlarut-larut
Empat pekan sejak Amerika Serikat dan Israel menangguhkan kampanye pengeboman terhadap Iran, belum ada kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri perang yang telah memicu gangguan terbesar dalam sejarah pasokan energi global ini.
Selama lebih dari dua bulan terakhir, Iran memblokir hampir seluruh aktivitas pelayaran dari kawasan Teluk, kecuali armada milik mereka sendiri.
Sebagai langkah balasan, AS memberlakukan blokade serupa terhadap kapal-kapal yang berasal dari pelabuhan Iran pada bulan lalu.
Sebelumnya, Trump juga telah menyatakan bahwa dirinya tidak puas dengan proposal terbaru Iran tersebut, tanpa merinci elemen mana saja yang ia maksud.
Baca juga: Resmi! AS Bakal Tarik 5.000 Pasukannya dari Jerman Buntut Perseteruan Trump-Merz
"Mereka meminta hal-hal yang tidak dapat saya setujui," ungkapnya kepada awak media di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat (1/5/2026),
Washington sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan perang tanpa adanya kesepakatan yang menggaransi bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Hal ini merupakan tujuan utama yang digaungkan Trump saat meluncurkan serangannya pada Februari lalu di tengah berlangsungnya perundingan nuklir.
Di sisi lain, Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai.
Negosiasi Alot Soal Nuklir
Berbicara kepada NBC News dengan syarat anonim saat membahas diplomasi rahasia ini, pejabat senior Iran tersebut mengatakan bahwa Teheran menilai proposal terbaru mereka sebagai langkah signifikan demi memfasilitasi tercapainya kesepakatan.
Berdasarkan draf proposal tersebut, perang akan diakhiri dengan jaminan bahwa Israel dan Amerika Serikat tidak akan kembali melancarkan serangan.
Baca tanpa iklan