News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Uang Elektronik Suica Jepang Senilai 3 Miliar Yen Terancam Hangus

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KADALUARSA - Kartu sekaligus uang elektronik Suica terbutan JR East dengan tema Peringatan 100 Tahun Pembukaan Stasiun Tokyo

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Uang elektronik senilai lebih dari 3 miliar yen yang tersimpan dalam kartu “Suica Peringatan 100 Tahun Pembukaan Stasiun Tokyo” berpotensi hilang jika kartu tersebut tidak pernah digunakan hingga akhir Maret 2026.

Hal ini terjadi karena masa berlaku kartu akan berakhir apabila tidak pernah dipakai sejak pertama kali dibeli, berlaku hingga tanggal 31 Maret 2026.

Kartu Suica edisi khusus ini dirilis oleh JR East pada Desember 2014 untuk memperingati 100 tahun pembukaan Stasiun Tokyo. 

Kartu Suica berlaku hingga 10 tahun saja dan untuk penerbitan istimewa mislanya Peringatan 100 Tahun Pembukaan Stasiun Tokyo, berlaku hingga 31 Maret 2026.

Awalnya, perusahaan hanya berencana menjual 15.000 kartu yang masing-masing sudah terisi 1.500 yen uang elektronik.

Namun pada hari penjualan, jumlah pengunjung yang datang jauh melebihi perkiraan. JR East sebelumnya memperkirakan sekitar 5.000 orang akan datang.

Baca juga: Mantan Kepala Biro NHK Jepang di Indonesia Ditahan di Teheran Iran

Pada kenyataannya lebih dari 9.000 orang memadati Stasiun Tokyo, sehingga terjadi kekacauan besar. 

Demi alasan keselamatan, penjualan dihentikan setelah 8.000 kartu terjual, yang kemudian memicu kritik dari masyarakat.

Pada saat yang sama, kartu tersebut mulai diperjualbelikan kembali di situs lelang dengan harga tinggi, bahkan ada yang mencapai sekitar 50.000 yen per kartu.

Di Tahun 2026 ini dijual lengkap dengan kertas informasinya seharga kira-kira 15.000 yen per set termasuk kartu Suicanya.

Akibat polemik tersebut, JR East akhirnya mengubah kebijakan dari “penjualan terbatas” menjadi “penjualan untuk semua peminat”, sehingga total kartu yang akhirnya beredar mencapai sekitar 4,27 juta kartu.

Namun setelah lebih dari 10 tahun berlalu, masalah baru muncul. 

Hingga akhir Januari 2026, sekitar 2,1 juta kartu diketahui belum pernah digunakan sama sekali. Umumnya untuk koleksi saja.

Jika dikalikan dengan saldo awal 1.500 yen per kartu, maka total uang elektronik yang berpotensi kedaluwarsa mencapai sekitar 3,15 miliar yen.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini