News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Kronologi 3 WNI Hilang dalam Kapal yang Meledak di Selat Hormuz

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz dan menyiarkan peringatan radio kepada kapal tanker “Dilarang melintas pada 1 Maret 2026. Selat Hormuz menjadi krusial karena jalur ekspor paling vital dunia, bahkan disebut sebagai Nadi Energi Dunia. TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) hilang belum diketahui nasibnya setelah kapal tunda (tug boat) yang mereka awaki meledak di Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026).

Selat Hormuz ditutup oleh Iran setelah perang dengan Israel-AS sejak 28 Februari 2026 lalu.

Pada Minggu (1/3/2026) sore, sebuah kapal tanker Skylight berbendera Palau, dihantam serangan drone Iran ketika melintas di Selat Hormuz.

Iran sebelumnya telah memperingatkan menutup Selat Hormuz dan akan menyerang kapal yang melewati selat itu.

Namun belum diketahui apakah ledakan kapal yang ditumpangi WNI itu ada kaitannya dengan perang Iran dengan Israel-AS.

PETA SELAT HORMUZ - Militer Iran mengancam akan membakar kapal siapa saja yang melintas Selat Hormuz setelah perang melawan AS-Israel berkecamuk sejak 28 Februari 2026 lalu. (HO/IST/dok. bbc)

Kronologi kejadian

Kejadian bermula ketika satu perahu tunda bernama Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UEA) berlayar di Selat Hormuz antara perairan UEA dan Oman, pada Jumat (6/3/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Kapal itu diawaki tujuh orang. 

Empat ABK (anak buah kapal) berasal dari Indonesia, tiga lainnya dari India dan Filipina.

Akibat ledakan tersebut, tiga ABK asal Indonesia belum diketahui nasibnya. Adapun satu ABK WNI mengalami luka-luka.

Penjelasan terbaru Dubes RI di UEA

Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengungkap  informasi pertama kejadian ini diterima oleh KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) pada tanggal 6 Maret pukul 9 pagi.

Judha mengatakan berdasarkan informasi saksi mata yang juga seorang WNI, kapal Musaffah 2 berangkat dari wilayah UEA untuk melakukan towing (menarik barang atau kapal) terhadap sebuah kapal kontainer yang mengalami kerusakan. 

"Lalu Kapal Musaffah 2 ini tiba di lokasi di dekat kapal kontainer tersebut pada tanggal 6 Maret pukul 2 dini hari," ungkap Judha dikutip dari Kompas.TV,  Minggu (8/3/2026).

Judha menyebut ledakan kapal terjadi saat proses persiapan towing. 

"Ketika melakukan persiapan towing, kemudian terjadi ledakan di kapal tugboat Musaffah 2 tersebut," ujarnya.

Akibat kejadian ini, kata dia, ada ABK yang merupakan WNI masih hilang.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini