Selain itu, komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense di Kota Industri Al-Ruwais di Uni Emirat Arab dilaporkan hancur.
Setiap radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar 500 juta dolar AS. Laporan lain juga menyebut satu sistem serupa di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania kemungkinan ikut hancur.
Secara keseluruhan, kerusakan aset militer AS akibat serangan Iran diperkirakan mencapai sekitar 2,52 miliar dolar AS.
Sementara itu, analisis CSIS menyebut estimasi pengeluaran awal sebesar 779 juta dolar AS kemungkinan mencerminkan biaya operasi militer harian AS.
CSIS juga memperkirakan pengisian kembali persediaan amunisi yang digunakan dalam 100 jam pertama operasi akan menelan biaya sekitar 3,1 miliar dolar AS, dengan tambahan pengeluaran sekitar 758,1 juta dolar AS per hari jika operasi terus berlanjut.
Dua kapal induk AS, yaitu USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, yang masih berada di kawasan bersama kapal perusak dan kapal tempur pesisirnya, diperkirakan menghabiskan sekitar 15 juta dolar AS per hari untuk operasional.
Selain itu, sistem pertahanan AS juga digunakan secara intensif untuk mencegat serangan Iran.
Berdasarkan estimasi Payne Institute for Public Policy, militer AS telah menembakkan sekitar 180 pencegat rudal laut SM-2, SM-3, dan SM-6, sekitar 90 rudal Patriot PAC-2 dan PAC-3, serta 40 pencegat THAAD selama operasi berlangsung.
(*)
Baca tanpa iklan