TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengerahkan lebih banyak pesawat pembom strategis dari berbagai pangkalan militernya di sejumlah negara untuk mendukung serangan terhadap Iran.
Untuk pertama kalinya, pesawat pembom strategis B-1 lepas landas dari pangkalan Fairford di Inggris guna melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Iran.
Pesawat pembom B-1 diketahui mampu membawa hingga sekitar 34 ton persenjataan.
Dalam perjalanannya, jalur penerbangan dari Inggris jauh lebih pendek daripada jalur penerbangan dari Amerika Serikat.
Hal ini mengindikasikan peningkatan kekuatan udara dan intensifikasi operasi pengeboman oleh pesawat pengebom berat dalam waktu dekat, lapor BBC.
Bomber B-1 Lancer
Sebelumnya pada 2 Maret, AS mengonfirmasi militernya menggunakan pesawat pembom strategis B-1 Lancer untuk menyerang target jauh di dalam Iran dengan dalih menyerang fasilitas rudal Iran.
Pesawat-pesawat ini paling cocok untuk misi tersebut, mengingat kemampuannya untuk membawa bom penembus lapis baja yang paling ampuh.
Pesawat pembom B-1 Lancer adalah senjata yang tangguh dengan panjang 45 meter dan bentang sayap 41 meter, pesawat ini dapat membawa hingga 57 ton bahan peledak, rudal presisi, dan bom penghancur bunker, menjadikannya salah satu mesin perang paling ampuh di udara.
Pesawat-pesawat pembom ini dikerahkan dengan kekuatan luar biasa untuk menyerang fasilitas produksi dan benteng bawah tanah Iran, menggunakan kemampuan penetrasi dan presisi yang luar biasa.
Persenjataan yang ampuh ini memungkinkan penghancuran industri rudal Iran secara tepat dan terarah.
Baca juga: Iran Dituduh Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Trump: Singkirkan atau Ada Konsekuensi Berat
AS Kerahkan Lebih Banyak Bomber ke Inggris
Tiga pesawat pembom B-52 milik Amerika Serikat dilaporkan mendarat di Inggris di tengah perang AS-Israel yang sedang berlangsung melawan Iran.
Pesawat-pesawat tersebut tiba di pangkalan Royal Air Force (RAF) Fairford di Gloucestershire, Inggris Barat Daya, dan mampu meluncurkan rudal dengan jangkauan lebih dari 1.500 mil, seperti dilaporkan BBC pada Senin (9/3/2026).
Kedatangan tiga pesawat B-52 itu menambah armada pesawat militer AS yang sudah ditempatkan di pangkalan tersebut.
Sebelumnya, satu pesawat pembom B-1 Lancer tiba pada Jumat (6/3/2026) malam, disusul dua pesawat lainnya pada Sabtu (7/3/2026).
Setelah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan RAF Fairford di Gloucestershire dan Diego Garcia di Samudra Hindia, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pemerintah "tidak percaya pada perubahan rezim dari udara."
Baca tanpa iklan