News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Minyak Dunia Tembus 105 Dolar AS per Barel, Pasokan Terganggu Akibat Perang Iran

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Harga minyak Brent dan AS melonjak akibat gangguan pasokan dari Selat Hormuz.
  • Pemerintah Trump minta bantuan internasional untuk membuka kembali jalur minyak.
  • Kenaikan harga minyak memicu lonjakan bensin dan potensi naiknya harga bahan makanan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia melonjak melewati 105 dolar AS per barel seiring perang di Iran memasuki minggu ketiga.

Minyak mentah Brent naik menjadi 106,12 dolar AS per barel, sedangkan minyak AS naik menjadi 101,53 dolar AS per barel.

Harga ini menandai level tertinggi sejak Juli 2022.

Pekan lalu, harga minyak sempat hampir mencapai 120 dolar AS per barel sebelum stabil di sekitar 100 dolar AS.

Perang yang dipimpin AS dan Israel di Iran menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern.

Selat Hormuz, jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen minyak dunia, ditutup bagi kapal tanker sejak awal konflik.

Baca juga: Dilema Hormuz: Bagaimana Iran Mengubah Selat itu Jadi Jebakan bagi Amerika Serikat?

Presiden Donald Trump menyerukan bantuan negara-negara internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump menekankan arus minyak harus berjalan cepat dan aman.

Meski pemerintah AS berupaya menenangkan pasar, Iran meningkatkan tekanan.

Iran memasang ranjau di Selat Hormuz dan mengancam menyerang infrastruktur minyak dan gas terkait AS.

Kapal tanker telah dihantam beberapa kali sejak 28 Februari.

AS juga membombardir Pulau Kharg, pusat produksi minyak Iran.

Namun pemerintah Trump menegaskan produksi minyak utama Iran masih aman.

Kenaikan harga minyak mendorong pemerintah untuk menstabilkan pasokan.

BP mendapat persetujuan untuk proyek lepas pantai baru di Teluk Amerika.

Sable Offshore Corp. diarahkan mengaktifkan kembali rig dan pipa lepas pantai di California Selatan.

Badan Energi Internasional (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel minyak darurat pada akhir Maret 2026.

Lonjakan harga minyak berdampak luas pada ekonomi global.

Di AS, harga bensin naik 24 persen menjadi rata-rata 3,70 dolar AS per galon sejak awal perang.

Gangguan Selat Hormuz juga mengancam distribusi pupuk, yang berpotensi menaikkan harga pangan global.

Barang mudah rusak seperti susu, buah-buahan, sayuran, dan ikan kemungkinan terdampak pertama.

Sebelumnya, harga bensin sempat turun di bawah 3 dolar AS per galon pada Desember 2025.

Analis memperingatkan harga minyak akan tetap fluktuatif di perdagangan di luar jam kerja.

Baca juga: Iran Bantah Serang Infrastruktur Minyak Arab Saudi, Tegaskan Fokus pada Target Militer AS-Israel

Spekulan melakukan lindung nilai posisi saat volume perdagangan rendah.

Ketidakpastian pasar global tetap tinggi karena pasokan minyak terganggu akibat perang yang belum mereda.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini