Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Meskipun memberikan secara cuma-cuma, penyerahan kapal induk Giuseppe Garibaldi aircraft carrier milik Italian Navy kepada Indonesia dinilai tetap menguntungkan pemerintahn Italia.
Menurut sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang, ada biaya yang besar harus dikeluarkan Italia untuk membongkar atau memusnahkan kapal.
“Apabila kapal itu dibongkar atau dimusnahkan, pemerintah Italia harus mengeluarkan biaya yang sangat besar,” kata sumber tersebut, Senin (16/3/2026).
Selain faktor biaya, terdapat pula perkembangan industri pertahanan yang turut memengaruhi situasi ini.
Perusahaan pembuat drone asal Turki, Baykar—produsen drone Bayraktar TB3—diketahui telah mengakuisisi perusahaan penerbangan Italia, Piaggio Aerospace.
Baca juga: TNI AL Seleksi Khusus Calon Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, 100 Prajurit Akan Dikirim Ke Italia
Baykar juga sedang mempertimbangkan untuk memproduksi sistem pesawat tanpa awak (UAS) di fasilitas pabrik yang berada di Italia.
Langkah ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di negara tersebut.
Karena itu, penyerahan kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia dinilai tidak hanya mengurangi beban biaya pemusnahan kapal, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Italia melalui pengembangan industri teknologi pertahanan.
Berpotensi Diubah Menjadi Kapal Induk Drone
Dalam keputusan kabinet yang telah disetujui oleh parlemen Italia, kapal yang akan diserahkan tidak termasuk sistem persenjataan utamanya.
Meski demikian, kapal induk Giuseppe Garibaldi pernah menjalani modernisasi besar pada tahun 2003 sehingga masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
“Jika Indonesia menambahkan sistem persenjataan dan sensor baru, kapal tersebut berpotensi diubah menjadi kapal induk UAS (Unmanned Aerial System) yang mampu beroperasi dalam perang modern,” ujar sumber tersebut.
Saat ini pemerintah Indonesia disebut telah mengambil keputusan resmi terkait tawaran tersebut. Namun keputusan tersebut belum dipublikasikan secara luas.
Para analis menilai, baik Indonesia menerima tawaran Italia maupun memilih opsi lain, kapal induk kedua milik Angkatan Laut Indonesia di Asia Tenggara kemungkinan besar akan berupa kapal induk drone.
Langkah ini dinilai sejalan dengan perkembangan teknologi militer modern yang semakin menekankan penggunaan sistem pesawat tanpa awak dalam operasi laut dan udara.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan