News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

10.000 Tentara dan Drone Bunuh Diri, Amerika Bersiap Menghadapi yang Terburuk di Iran

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OPERASI AMFIBI - Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) saat menurunkan peralatan tempur dalam sebuah misi. Unit Marinir AS dilaporkan dikerahkan untuk melaksanakan operasi amfibi di Timur Tengah di tengah konflik terbuka negara tersebut melawan Iran.

10.000 Tentara dan Drone Bunuh Diri, Amerika Bersiap Menghadapi yang Terburuk di Iran
 

TRIBUNNEWS.COM - Terlepas dari pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tentang perpanjangan tenggat waktu negosiasi dengan Iran hingga 6 April, untuk memberi ruang bagi diplomasi dan kemungkinan tercapainya kesepakatan, penguatan militer AS di lapangan di wilayah tersebut mengindikasikan kesiapan Washington untuk skenario eskalasi.

Para pejabat di Departemen Pertahanan AS yang mengetahui perencanaan tersebut mengungkapkan kalau Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirim hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk memperluas opsi militer yang tersedia bagi Trump, menurut Wall Street Journal pada Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!

Pentagon mengumumkan bahwa mereka telah mengerahkan kapal patroli cepat dan drone-drone laut kamikaze (bunuh diri) sebagai bagian dari operasi mereka yang menargetkan Iran.

Ini menandai pertama kalinya Washington mengkonfirmasi penggunaan drone-drone air tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung, menurut Reuters.

Dalam perkembangan terkait, sumber-sumber yang mengetahui masalah ini mengindikasikan kalau Trump sedang mempertimbangkan opsi militer untuk eskalasi terhadap Iran jika diplomasi gagal.

Kemungkinan terburuk dari perpanjangan tenggat waktu ini adalah kegagalan jaur diplomasi yang berujung pada pengerahan pasukan darat AS ke Iran. 

Kemungkinan ini menghasilkan risiko meningkatnya jumlah korban di pihak pasukan AS.

Narasumber yang mengetahui masalah ini juga mengungkapkan bahwa Pentagon telah menyusun rencana untuk mengerahkan pasukan darat guna merebut target di dalam Iran. 

Dia mencatat bahwa pemerintahan AS telah membahas proposal untuk mengeluarkan uranium yang diperkaya dari Iran, menurut CNN.

Selain itu, sumber-sumber mengindikasikan kalau para pejabat pemerintahan AS telah membahas berbagai ide untuk mengekstraksi uranium yang diperkaya yang terkubur di dalam fasilitas nuklir Iran, sebuah tugas yang diyakini sebagian orang dapat memberi Trump kemenangan menentukan yang dibutuhkannya untuk mengakhiri perang.

REBUT PULAU KHARG - Pulau Kharg, yang terletak sekitar 15 mil dari pantai Iran, merupakan titik vital untuk ekspor minyak, karena sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau ini. Hal ini membuat setiap langkah militer menuju pulau tersebut menjadi langkah yang sangat sensitif yang dapat menempatkan pasukan AS dalam konfrontasi langsung. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Pengendalian Pulau Kharg

Para pejabat AS juga telah mempertimbangkan opsi untuk mengendalikan Pulau Kharg, yang menyumbang sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran, atau mengizinkan serangan udara yang bertujuan untuk menghancurkan sepenuhnya infrastruktur minyaknya.

Pemerintah AS juga mempelajari kemungkinan untuk menguasai pulau-pulau strategis lainnya di dekat Selat Hormuz, yang dapat melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam kapal tanker minyak yang mencoba melintasi jalur air tersebut.

Para pejabat Gedung Putih percaya bahwa menguasai Pulau Kharg secara khusus akan benar-benar membuat Garda Revolusi Iran bangkrut, menurut seorang pejabat, dan berpotensi membuka jalan bagi berakhirnya perang secara permanen.

Masa Tenggat Tambahan

Presiden AS sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia akan menghentikan serangan terhadap sektor energi Iran selama sepuluh hari tambahan, hingga 6 April, untuk memungkinkan pembicaraan antara pihak Iran dan Amerika, yang berlangsung melalui perantara termasuk Pakistan, Mesir, dan Turki.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini