News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komodo Hadir di Jepang: Kolaborasi Indonesia–Shizuoka Menuju Penangkaran Perdana

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERJASAMA INDONESIA JEPANG - Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni dan Yasutomo Suzuki, Gubernur Prefektur Shizuoka, Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM,  JEPANG — Jepang bersiap menyambut salah satu satwa paling ikonik dari Indonesia  komodo. Pemerintah Prefektur Shizuoka dan pemerintah Indonesia pada 28 Maret resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama konservasi satwa liar, dengan fokus pada program penangkaran komodo (Varanus komodoensis).

Dalam kerja sama tersebut, komodo—yang hanya hidup alami di kawasan Pulau Komodo dan sekitarnya—direncanakan akan didatangkan ke Jepang paling cepat pada Juni 2026.

"Dua ekor komodo, jantan dan betina, akan ditempatkan di kebun binatang reptil iZoo di Kota Kawazu, Shizuoka," ungkap sumber Tribunnews.com Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Pemerintah Stop Sementara Aktivitas Kapal Wisata di Perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo

Langkah Strategis Konservasi Global

Komodo merupakan spesies langka sekaligus kadal terbesar di dunia, dengan panjang mencapai sekitar tiga meter dan berat lebih dari 100 kilogram. Keberadaannya yang terbatas di Indonesia menjadikan satwa ini sebagai simbol penting keanekaragaman hayati dunia.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jepang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan, tetapi juga menargetkan keberhasilan program penangkaran pertama komodo di Jepang. 

"Upaya ini diharapkan dapat memperkuat konservasi global serta meningkatkan kesadaran publik internasional terhadap perlindungan satwa langka."

MoU tersebut juga mencakup komitmen terhadap kesejahteraan hewan, termasuk pengawasan langsung dari pemerintah Indonesia terhadap kondisi pemeliharaan komodo di Jepang.

Diplomasi Lingkungan dan Nilai Edukasi

Kerja sama ini mencerminkan pendekatan diplomasi lingkungan atau green diplomacy, di mana pelestarian alam menjadi bagian dari hubungan bilateral antarnegara. Indonesia, sebagai negara asal komodo, menunjukkan peran aktif dalam kepemimpinan global di bidang konservasi.

Selain itu, kehadiran komodo di Jepang diharapkan menjadi sarana edukasi yang kuat, tidak hanya bagi masyarakat Jepang tetapi juga wisatawan internasional.

Pengunjung dapat memahami lebih dekat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi spesies yang terancam punah.

Bagi Prefektur Shizuoka, kehadiran komodo juga membuka peluang besar di sektor pariwisata. Gubernur Shizuoka menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat menjadi daya tarik baru yang mendunia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kota Kawazu yang dikenal dengan wisata alamnya kini berpotensi menjadi pusat baru wisata edukasi berbasis konservasi, dengan iZoo sebagai lokasi utama.

Baca juga: Aparat Diminta Tindak Tegas Tambang Ilegal yang Ditemukan KPK di Dekat Taman Nasional Komodo

Tantangan dan Harapan

Meski penuh potensi, program ini juga menghadapi tantangan besar, mulai dari adaptasi lingkungan, pengelolaan kesehatan satwa, hingga keberhasilan reproduksi. Oleh karena itu, pelaksanaan program akan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan mengikuti standar internasional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini