News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Rudal Pesawat Canggih AWACS E-3 Sentry Milik AS: 'Mata' Amerika di Arab Saudi Hancur Total

Penulis: garudea prabawati
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESAWAT AS HANCUR - Gambar Pesawat AWACS E-3 Sentry buatan AS yang hancur total dirudal Iran. Pesawat ini disebut 'mata Amerika' ada di Pangkalan Udara al-Kharj di Arab Saudi. Gambar dirilis 29 Maret 2026. (Tangkap layar Al Mayadeen)

 

TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan pesawat sistem peringatan dan kendali udara (AWACS) E-3 Sentry buatan Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut terjadi selama serangan gabungan rudal dan drone yang menargetkan Pangkalan Udara al-Kharj di Arab Saudi, menurut informasi yang dirilis Minggu (29/3/2026).

Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut dilakukan untuk membalas aksi AS yang melakukan serangan ke Iran.

IRGC melakukan serangan yang menargetkan pesawat pengisian bahan bakar, serangan itu dilakukan oleh Angkatan Udara mereka.

Akibatnya menghancurkan setidaknya satu pesawat AWACS.

Diketahui pesawat ini dilengkapi dengan kemampuan pengawasan dan komando, kendali canggih.

IRGC menegaskan AWACS E-3 Sentry buatan AS tersebut hancur total, sementara pesawat lain di dekatnya mengalami kerusakan signifikan, mengutip Al Mayadeen, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Siapa Handala? Kelompok Hacker Iran yang Sukses Retas Data Pribadi Bos FBI

Pesawat AWACS: Mata Amerika di Angkasa 

Pesawat AWACS beroperasi pada ketinggian hingga 17 kilometer dan dilengkapi dengan sistem radar yang mampu memindai dan memantau area seluas 310.000 kilometer persegi.

Sistem ini memungkinkan deteksi target udara di ketinggian rendah, menengah, dan tinggi.

Sistem radar dan komputer onboard E-3 Sentry dapat mengumpulkan dan menampilkan informasi medan perang yang komprehensif.

Termasuk melacak pesawat dan kapal musuh, serta memantau posisi dan status pasukan sekutu. 

Data ini dapat ditransmisikan ke pusat komando dan kendali di darat, di laut, atau kepada pimpinan politik tertinggi selama krisis.

Tingkat kendali pengawasan ini membuat pesawat tersebut mendapat julukan "mata Amerika di langit".

Pesawat ini dapat mengisi bahan bakar di udara, sehingga meningkatkan jangkauan operasionalnya, dan dapat membedakan antara target kawan dan musuh.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini