News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Tanpa AS, 35 Negara akan Mendesak Iran Buka Selat Hormuz

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Setidaknya 35 negara bertemu pada hari Kamis (2/4/2026), dalam upaya untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik agar Selat Hormuz dibuka kembali.

Selat tersebut merupakan jalur pelayaran vital yang diblokade oleh Iran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di negaranya.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pertemuan virtual yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yvette Cooper ini.

"Kami akan menilai semua kemungkinan tindakan diplomatik dan politik yang dapat diambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, memastikan keselamatan kapal dan pelaut yang terdampar, dan melanjutkan pergerakan barang-barang penting," kata Keir Starmer, Kamis.

Selain memblokade Selat Hormuz, Iran juga menyerang kapal-kapal komersial terkait AS dan Israel yang mencoba melewati selat itu.

Blokade tersebut menghambat aliran minyak global dan mendorong harga minyak mentah melonjak tajam.

Amerika Serikat tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan hari Kamis.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa mengamankan jalur air itu bukan tugas AS dan menyerukan sekutu AS untuk mencari minyak mereka sendiri.

Tidak ada negara yang tampaknya siap untuk mencoba membuka selat tersebut secara paksa selama pertempuran masih berlangsung.

Selain itu Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan kapal menggunakan rudal anti-kapal, drone, kapal serang, dan ranjau laut.

Baca juga: Harga Minyak Naik Usai Pidato Agresif Presiden AS Soal Iran, Oposisi Sebut Trump Pria Berbahaya

Namun, Keir Starmer mengatakan pada hari Rabu bahwa perencana militer dari sejumlah negara yang tidak disebutkan akan segera bertemu untuk membahas bagaimana memastikan keamanan navigasi setelah pertempuran berhenti, lapor Al Arabiya.

Presiden Prancis: Mustahil Membuka Selat Hormuz secara Paksa

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa melancarkan operasi militer untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz adalah tindakan yang tidak realistis.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menantang sekutu AS untuk berupaya membukanya kembali.

“Sebagian orang membela gagasan untuk membebaskan Selat Hormuz dengan paksa melalui operasi militer, sebuah posisi yang terkadang diungkapkan oleh Amerika Serikat, meskipun hal itu telah berubah-ubah,” kata Macron kepada wartawan selama kunjungannya ke Korea Selatan, Kamis.

“Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” tambahnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini