Ringkasan Berita:
- IRGC menuding AS menyerang kapal tanker Iran di dekat Selat Hormuz dan fasilitas komunikasi di Pulau Qeshm.
- Iran mengklaim membalas dengan serangan rudal dan drone ke posisi militer AS, termasuk fasilitas terkait Armada Kelima AS.
- Ketegangan kawasan terus meningkat meski gencatan senjata mulai berlaku sejak April lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Rabu pagi (3/6/2026).
Serangan itu disebut sebagai respons atas aksi militer AS di sekitar Selat Hormuz dan Pulau Qeshm di Iran selatan.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz terkena proyektil udara pada Selasa malam (2/6/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bagian mesin kapal tanker.
IRGC juga menuduh pasukan AS menyerang menara komunikasi milik Garda Revolusi di Pulau Qeshm.
Sebagai balasan, IRGC menyebut Angkatan Udaranya melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan posisi militer AS di kawasan tersebut, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima AS.
Baca juga: Rudal Iran Hantam Basis Komala di Erbil Irak Utara, Kelompok Dianggap Ancam Keamanan Nasional
Iran memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan terhadap negaranya akan memicu respons yang disebut “menentukan”.
IRGC menegaskan pihak-pihak yang terlibat dalam operasi terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah media penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sejumlah ledakan di dekat wilayah Suza dan Masen di Pulau Qeshm.
Ketegangan regional meningkat tajam sejak akhir Februari 2026 setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi militer dan pemerintahan.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April 2026, upaya mencapai kesepakatan damai yang lebih luas hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan.
Baca tanpa iklan