TRIBUNNEWS.COM - Industri persenjataan global masih dikuasai oleh segelintir perusahaan besar dari beberapa negara di dunia.
Dengan satu pemain utama yang unggul jauh dibanding lainnya.
Berdasarkan grafik yang disusun Iswardi Ishak menggunakan data dari SIPRI, sebanyak 20 perusahaan pertahanan terbesar dunia diperingkatkan berdasarkan penjualan senjata sepanjang 2024.
Hasilnya, Lockheed Martin, perusahaan senjata asal Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas dengan selisih yang signifikan, menegaskan dominasi kuat sejumlah kontraktor utama dalam industri ini.
Perusahaan-perusahaan asal AS terlihat sangat mendominasi jajaran teratas, terlihat dari data tersebut.
Di sisi lain perusahaan dari China tampak menempel kedudukan AS, dan perusahaan senjata asal Eropa mulai menunjukkan peningkatan peran.
Dominasi AS tercermin dari enam perusahaan senjata asal negara tersebut yang masuk dalam 10 besar berdasarkan pendapatan dari sektor persenjataan, termasuk data dari Stockholm Peace Research Institute (2024).
Hal ini tidak lepas dari keterlibatan mereka dalam proyek pertahanan berskala besar dengan biaya tinggi dan jangka waktu panjang.
Mulai dari pengembangan jet tempur hingga sistem pertahanan rudal.
Proyek-proyek ini memberikan pemasukan yang stabil dan berkelanjutan bagi perusahaan-perusahaan tersebut.
Baca juga: 10 Negara Terkuat di Dunia Berdasarkan Soft Power atau Kekuatan Non-Militer 2026: China Tempel AS
Lantas berikut 10 perusahaan senjata terbesar di dunia berdasarkan pendapatan, mengutip data yang ditayangkan visualcapitalist.com:
- Lockheed Martin – 64,7 miliar USD (Amerika Serikat)
- RTX Corporation – 43,6 miliar USD (Amerika Serikat)
- Northrop Grumman – 37,9 miliar USD (Amerika Serikat)
- BAE Systems – 33,8 miliar USD (Britania Raya)
- General Dynamics – 33,6 miliar USD (Amerika Serikat)
- Boeing – 30,6 miliar USD (Amerika Serikat)
- Rostec – 27,1 miliar USD (Rusia)
- Aviation Industry Corporation of China – 20,3 miliar USD (China)
- China Electronics Technology Group Corporation – 18,9 miliar USD (China)
- L3Harris Technologies – 16,2 miliar USD (Amerika Serikat)
Data selanjutnya peringkat 11 hingga 20:
11. Norinco Group – 14,0 miliar USD (China)
12. Leonardo S.p.A. – 13,8 miliar USD (Italia)
13. Airbus – 13,4 miliar USD (Uni Eropa)
14. China State Shipbuilding Corporation – 12,3 miliar USD (China)
15. Thales Group – 11,8 miliar USD (Prancis)
16. Huntington Ingalls Industries – 10,3 miliar USD (Amerika Serikat)
17. China Aerospace Science and Technology Corporation – 10,2 miliar USD (China)
18. Leidos – 9,4 miliar USD (Amerika Serikat)
19. Amentum – 8,3 miliar USD (Amerika Serikat)
20. Rheinmetall – 8,2 miliar USD (Jerman)
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan